Mx
Published on

Orifice Plate - Geometry, Flow Equation, Installation, and Field Engineering Practice

Authors

Orifice Plate: Geometry, Flow Equation, Installation, and Field Engineering Practice



1. Physical Geometry

Tujuan

Memahami bentuk fisik orifice dan bagaimana geometri mempengaruhi perilaku aliran.

Konsep orifice

Ilustrasi konsep orifice untuk menunjukkan penyempitan aliran, perubahan tekanan, dan pengukuran laju alir pada sistem perpipaan.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Geometri orifice menentukan bagaimana fluida dipercepat saat melewati penyempitan area. Pada banyak aplikasi industri, performa orifice lebih dipengaruhi oleh kualitas geometri dibandingkan kompleksitas model matematis yang digunakan.

Plate

Orifice plate adalah elemen restriksi yang dipasang tegak lurus terhadap arah aliran.

Fungsi utama:

  • menciptakan penyempitan area aliran
  • menghasilkan differential pressure
  • mengontrol atau mengukur flow

Material umum:

  • Stainless Steel 304
  • Stainless Steel 316
  • Monel
  • Hastelloy
  • Carbon Steel

Pemilihan material ditentukan oleh:

  • korosi
  • temperatur operasi
  • erosivitas fluida

Bore

Bore adalah lubang utama tempat fluida melewati orifice.

Luas bore:

Ao=πd24A_o=\frac{\pi d^2}{4}

Dimana:

d=diameter bored = \text{diameter bore}

Perubahan kecil pada diameter bore menghasilkan perubahan area yang signifikan karena hubungan kuadratik.

Sebagai contoh:

d2%Ao4%d \uparrow 2\% \Rightarrow A_o \uparrow \approx 4\%

Plate Thickness

Ketebalan plate dinyatakan sebagai:

tt

Parameter yang lebih penting adalah:

td\frac{t}{d}

karena rasio ini menentukan klasifikasi geometri orifice.

Sharp Edge

Sharp edge berada pada sisi upstream.

Karakteristik:

  • sudut tajam
  • tidak mengalami rounding
  • menghasilkan vena contracta yang stabil

Sharp edge yang aus menyebabkan perubahan:

CdC_d

dan menghasilkan deviasi pengukuran flow.

Bevel

Bevel dibuat pada sisi downstream.

Tujuan:

  • mempertahankan sharp edge upstream
  • mengurangi ketebalan efektif pada sisi masuk
  • memperbaiki karakteristik aliran

Secara umum bevel tidak boleh mengubah diameter bore nominal.

Concentricity

Concentricity menunjukkan kesesuaian posisi bore terhadap sumbu pipa.

Rendering diagram...

Semakin besar eksentrisitas:

  • distribusi kecepatan semakin tidak simetris
  • pressure profile berubah
  • akurasi menurun

Gasket Clearance

Gasket tidak boleh masuk ke area bore.

Kondisi yang benar:

Dgasket>dD_{\text{gasket}} > d

Jika gasket menutupi sebagian bore:

Aeffective<AoA_{\text{effective}} < A_o

akibatnya flow aktual berbeda dari flow desain.

Beta Ratio

Beta ratio merupakan parameter geometri terpenting dalam desain orifice.

Definisi:

β=dD\beta=\frac{d}{D}

Dimana:

  • dd = bore diameter
  • DD = pipe internal diameter

Hubungan area:

AoAp=β2\frac{A_o}{A_p} = \beta^2

dengan:

Ap=πD24A_p=\frac{\pi D^2}{4}

Secara umum:

Beta RatioKarakteristik
< 0.30Restriksi sangat tinggi
0.30 – 0.70Area operasi umum
> 0.70Sensitivitas DP menurun

Thickness-to-Diameter Ratio t/dt/d

Selain beta ratio, rasio berikut sangat penting:

td\frac{t}{d}

Parameter ini menentukan apakah suatu elemen masih dapat dianggap sebagai thin sharp-edge orifice atau sudah berubah menjadi short tube.

Rendering diagram...

Contoh:

Diameter bore:

d=1 mmd = 1\ \mathrm{mm}

Plate thickness:

t=2 mmt = 2\ \mathrm{mm}

Maka:

td=21=2\frac{t}{d} = \frac{2}{1} = 2

Geometri tersebut masuk kategori:

Short Tube

bukan:

Thin Sharp Edge Orifice

Parameter Geometrik Utama

ParameterSimbolUnit
Pipe Internal DiameterDDmm
Bore Diameterddmm
Plate Thicknessttmm
Beta Ratioβ\beta-
Bore AreaAoA_omm²
Pipe AreaApA_pmm²
Thickness Ratiot/dt/d-

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • mengidentifikasi komponen fisik orifice

  • memahami pengaruh diameter bore terhadap area aliran

  • memahami arti beta ratio

  • memahami arti rasio t/dt/d

  • mengklasifikasikan geometri menjadi:

    • sharp edge orifice
    • thick plate orifice
    • short tube
    • rounded inlet restriction

Kembali ke Atas


2. Flow Physics

Tujuan

Menjelaskan fenomena fisika yang terjadi ketika fluida melewati orifice.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Saat fluida melewati orifice, fenomena yang terjadi bukan hanya penurunan tekanan.

Secara fisika terdapat urutan kejadian berikut:

  1. Fluida mendekati orifice.
  2. Area aliran menyempit.
  3. Kecepatan meningkat.
  4. Tekanan statis menurun.
  5. Vena contracta terbentuk.
  6. Tekanan pulih sebagian.
  7. Sebagian energi hilang permanen.

Urutan inilah yang menjadi dasar seluruh model orifice.

Continuity

Prinsip kontinuitas menyatakan bahwa massa yang masuk harus sama dengan massa yang keluar.

Untuk aliran tunak:

m˙=ρAV\dot m = \rho A V

Untuk dua lokasi:

ρ1A1V1=ρ2A2V2\rho_1 A_1 V_1 = \rho_2 A_2 V_2

Untuk fluida inkompresibel:

A1V1=A2V2A_1V_1=A_2V_2

Ketika area mengecil:

A2<A1A_2<A_1

maka:

V2>V1V_2>V_1

Artinya penyempitan area menghasilkan percepatan aliran.

Bernoulli

Energi aliran terdiri dari:

  • energi tekanan
  • energi kecepatan
  • energi elevasi

Persamaan Bernoulli:

P+12ρV2+ρgz=konstanP+\frac{1}{2}\rho V^2+\rho gz = \text{konstan}

Untuk pipa horizontal:

P+12ρV2=konstanP+\frac{1}{2}\rho V^2 = \text{konstan}

Jika kecepatan meningkat:

VV \uparrow

maka:

PP \downarrow

Prinsip ini menjelaskan mengapa orifice menghasilkan differential pressure.

Acceleration

Penyempitan area memaksa fluida mengalami percepatan.

Rendering diagram...

Hubungan kontinuitas:

Q=AVQ=AV

Dengan debit konstan:

AVA \downarrow \Rightarrow V \uparrow

Semakin kecil bore:

dd \downarrow

maka:

VV \uparrow

Pressure Reduction

Karena kecepatan meningkat, tekanan statis menurun.

Perubahan energi:

ΔPΔV\Delta P \rightarrow \Delta V

Energi tekanan diubah menjadi energi kinetik.

Pada orifice:

P1>P2P_1>P_2

Dimana:

  • P1P_1 = upstream pressure
  • P2P_2 = downstream tapping pressure

Pressure reduction inilah yang diukur oleh DP transmitter.

Vena Contracta

Vena contracta adalah lokasi dimana jet fluida mencapai luas efektif minimum setelah melewati orifice.

Rendering diagram...

Pada vena contracta:

Kecepatan maksimum:

V=VmaxV=V_{\max}

Tekanan minimum:

P=PminP=P_{\min}

Lokasi ini sangat penting karena menjadi sumber utama pressure drop.

Pressure Recovery

Setelah vena contracta, aliran mulai mengembang kembali.

Area jet meningkat:

AA \uparrow

Kecepatan menurun:

VV \downarrow

Sebagian energi kinetik berubah kembali menjadi tekanan.

Akibatnya:

P3>PminP_3>P_{\min}

Namun tekanan tidak pernah pulih sepenuhnya.

Permanent Pressure Loss

Energi yang hilang akibat turbulensi tidak dapat dipulihkan.

Hubungan tekanan:

P1>P3>PminP_1>P_3>P_{\min}

Permanent pressure loss:

ΔPperm=P1P3\Delta P_{\text{perm}} = P_1-P_3

Differential pressure pengukuran:

ΔP=P1P2\Delta P = P_1-P_2

Secara umum:

ΔPperm<ΔP\Delta P_{\text{perm}} < \Delta P

Karena sebagian tekanan masih berhasil dipulihkan setelah vena contracta.

Pressure Profile Sepanjang Orifice

Rendering diagram...

Urutan tekanan:

P1>P3>PminP_1>P_3>P_{\min}

dan

P1>P2P_1>P_2

Interpretasi:

  • P1P_1 = tekanan sebelum orifice
  • P2P_2 = tekanan pada lokasi tapping
  • PminP_{\min} = tekanan minimum di vena contracta
  • P3P_3 = tekanan setelah recovery

Hubungan Fisika yang Terbentuk

Dari seluruh fenomena di atas diperoleh hubungan dasar:

Kontinuitas:

Q=AVQ=AV

Bernoulli:

P+12ρV2=konstanP+\frac12\rho V^2 = \text{konstan}

Konsekuensi:

AVPΔP terbentukA\downarrow \Rightarrow V\uparrow \Rightarrow P\downarrow \Rightarrow \Delta P \text{ terbentuk}

Inilah dasar fisika dari seluruh persamaan orifice yang akan dibahas pada bab berikutnya.

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • memahami hubungan antara area dan kecepatan
  • memahami hubungan antara kecepatan dan tekanan
  • memahami pembentukan vena contracta
  • memahami pressure recovery
  • memahami permanent pressure loss
  • membaca pressure profile sepanjang orifice
  • memahami asal mula terbentuknya differential pressure

Kembali ke Atas


3. Flow Models

Tujuan

Menentukan model matematis yang sesuai dengan geometri dan aplikasi.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Tidak ada satu model yang berlaku untuk seluruh geometri orifice.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan persamaan orifice standar untuk seluruh kasus, padahal perubahan geometri dapat mengubah karakteristik aliran secara signifikan.

Parameter pertama yang harus diperiksa adalah:

td\frac{t}{d}

karena rasio ini menentukan model mana yang paling sesuai.

Thin Sharp Edge Orifice

Karakteristik Geometri

Rendering diagram...

Karakteristik:

td<0.5\frac{t}{d} < 0.5

Sharp edge berada pada sisi upstream.

Vena contracta terbentuk dengan jelas setelah fluida melewati bore.

Discharge Coefficient

Secara umum:

Cd0.600.62C_d \approx 0.60 \sim 0.62

Model

Untuk fluida inkompresibel:

Q=CdAo2ΔPρ(1β4)Q = C_d A_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho(1-\beta^4)} }

Dimana:

Ao=πd24A_o=\frac{\pi d^2}{4}

dan:

β=dD\beta=\frac{d}{D}

Aplikasi

  • orifice flowmeter
  • differential pressure measurement
  • custody transfer basis calculation
  • process flow measurement

Kelebihan

  • model paling banyak digunakan
  • tersedia standar internasional
  • tersedia korelasi discharge coefficient

Keterbatasan

Tidak cocok untuk:

td>0.5\frac{t}{d} > 0.5

Thick Plate Orifice

Karakteristik Geometri

Rendering diagram...

Karakteristik:

0.5td10.5 \le \frac{t}{d} \le 1

Pada kondisi ini fluida mulai mengalami restriksi sepanjang ketebalan plate.

Vena contracta tidak lagi sepenuhnya identik dengan orifice tipis.

Discharge Coefficient

Umumnya:

Cd0.650.80C_d \approx 0.65 \sim 0.80

Nilai aktual bergantung pada:

  • edge condition
  • bore finish
  • Reynolds number

Model

Bentuk dasar tetap:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_d A_o \sqrt{ \frac{2\Delta P}{\rho} }

tetapi nilai:

CdC_d

harus dikoreksi sesuai geometri aktual.

Aplikasi

  • restriction plate
  • pressure reduction service
  • simple flow restriction

Keterbatasan

Model ISO 5167 tidak selalu valid.


Short Tube

Karakteristik Geometri

Rendering diagram...

Karakteristik:

1<td41 < \frac{t}{d} \le 4

Pada kondisi ini lubang tidak lagi berperilaku sebagai thin plate.

Lubang mulai berperilaku seperti pipa sangat pendek.

Discharge Coefficient

Tipikal:

Cd=0.750.90C_d = 0.75 \sim 0.90

Model

Persamaan praktis:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac{2\Delta P} {\rho} }

dengan:

Cd=f(Re,t/d)C_d=f(\mathrm{Re},t/d)

Contoh

Diameter bore:

d=1 mmd=1\ \mathrm{mm}

Thickness:

t=2 mmt=2\ \mathrm{mm}

Maka:

td=2\frac{t}{d} = 2

Kasus tersebut termasuk:

Short Tube

bukan:

Thin Sharp Edge Orifice

Aplikasi

  • aeration diffuser
  • pneumatic restrictor
  • calibration leak path
  • purge flow control

Restriction Orifice

Karakteristik

Rendering diagram...

Tujuan utama restriction orifice bukan mengukur flow.

Tujuan utamanya adalah:

  • menurunkan tekanan
  • membatasi flow
  • melindungi equipment downstream

Parameter yang dominan:

ΔP\Delta P

bukan akurasi flow measurement.

Model

Persamaan umum:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac{2\Delta P} {\rho} }

Namun desain biasanya dimulai dari:

  • target pressure drop
  • allowable velocity
  • noise limitation
  • cavitation limitation

Aplikasi

  • blowdown
  • bypass line
  • compressor recycle
  • gas pressure reduction

Small Hole

Karakteristik

Rendering diagram...

Diameter sangat kecil menyebabkan:

  • Reynolds number rendah
  • sensitivitas machining tinggi
  • sensitivitas burr tinggi
  • sensitivitas fouling tinggi

Model

Untuk kasus:

β0\beta \rightarrow 0

maka:

1β411-\beta^4 \approx 1

Persamaan menjadi:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac{2\Delta P} {\rho} }

Contoh Diffuser Udara

Diameter:

d=1 mmd=1\ \mathrm{mm}

Thickness:

t=2 mmt=2\ \mathrm{mm}

Pressure drop:

ΔP=100 mmH2O\Delta P=100\ \mathrm{mmH_2O}

Maka model yang lebih sesuai adalah:

Short Tube Model

bukan:

Orifice Meter Model

Karakteristik Penting

Perubahan diameter kecil menghasilkan perubahan flow besar.

Karena:

Ao=πd24A_o = \frac{\pi d^2}{4}

maka:

Qd2ΔPQ \propto d^2 \sqrt{\Delta P}

Jika:

d10%d \uparrow 10\%

maka flow meningkat sekitar:

21%21\%

Pemilihan Model

Rendering diagram...

Batas Penggunaan Model

ModelGeometri DominanParameter Kritis
Thin Sharp Edget/d<0.5t/d < 0.5β, Cd
Thick Plate0.5t/d10.5 \leq t/d \leq 1Cd
Short Tube1<t/d41 < t/d \leq 4Cd, Re
Restriction OrificePressure DropΔP
Small HoleDiameter kecilRe, Machining

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • memilih model yang sesuai dengan geometri
  • membedakan thin orifice dan short tube
  • memahami batas penggunaan persamaan orifice standar
  • memahami pengaruh rasio t/dt/d
  • menentukan kapan model restriction orifice digunakan
  • menentukan kapan small hole harus diperlakukan sebagai short tube

Kembali ke Atas


4. Differential Pressure Behaviour

Tujuan

Menjelaskan hubungan antara flow dan differential pressure.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Perilaku differential pressure merupakan karakteristik utama yang membuat orifice digunakan secara luas untuk:

  • flow measurement
  • flow restriction
  • balancing flow
  • aeration system
  • pneumatic control

Hubungan antara flow dan differential pressure tidak bersifat linear.

Pemahaman karakteristik ini sangat penting karena kesalahan interpretasi sering menghasilkan sizing yang tidak sesuai.

Flow vs Differential Pressure

Persamaan dasar orifice:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho} }

Untuk geometri dan fluida tetap:

QΔPQ \propto \sqrt{\Delta P}

Artinya:

  • flow meningkat terhadap akar kuadrat differential pressure
  • kenaikan pressure empat kali menghasilkan flow dua kali

Contoh

Jika:

ΔP1=100 Pa\Delta P_1 = 100\ \mathrm{Pa}

dan:

ΔP2=400 Pa\Delta P_2 = 400\ \mathrm{Pa}

maka:

Q2Q1=400100=2\frac{Q_2}{Q_1} = \sqrt{\frac{400}{100}} = 2

Flow hanya meningkat dua kali walaupun differential pressure meningkat empat kali.

Flow vs DP Curve

Rendering diagram...

Hubungan ini menjelaskan mengapa transmitter differential pressure biasanya melakukan:

square root extraction

untuk menghasilkan sinyal flow yang linear.

Differential Pressure vs Flow

Persamaan yang sama dapat dibalik:

ΔP=ρ2(QCdAo)2\Delta P = \frac{\rho}{2} \left( \frac{Q} {C_dA_o} \right)^2

Sehingga:

ΔPQ2\Delta P \propto Q^2

Artinya:

  • differential pressure meningkat secara kuadratik terhadap flow
  • sedikit kenaikan flow dapat menghasilkan kenaikan DP yang besar

Contoh

Jika:

Q2=2Q1Q_2 = 2Q_1

maka:

ΔP2=4ΔP1\Delta P_2 = 4\Delta P_1

Jika:

Q2=3Q1Q_2 = 3Q_1

maka:

ΔP2=9ΔP1\Delta P_2 = 9\Delta P_1

DP vs Flow Behaviour

Rendering diagram...

Inilah penyebab pressure drop meningkat sangat cepat pada flow tinggi.

Turn-Down Limitation

Salah satu keterbatasan utama orifice adalah turn-down ratio.

Karena:

QΔPQ \propto \sqrt{\Delta P}

maka pada flow rendah differential pressure menjadi sangat kecil.

Akibatnya:

  • signal transmitter mengecil
  • noise meningkat
  • akurasi menurun

Contoh

Jika flow turun menjadi:

50%50\%

maka differential pressure menjadi:

(0.5)2=0.25(0.5)^2 = 0.25

atau:

25%25\%

dari nilai awal.

Jika flow turun menjadi:

20%20\%

maka:

ΔP=0.04ΔPmax\Delta P = 0.04 \Delta P_{max}

hanya tersisa 4%.

Turn-Down Illustration

Rendering diagram...

Semakin lebar range operasi yang dibutuhkan, semakin sulit menggunakan orifice secara akurat.

Sensitivity

Sensitivitas menunjukkan seberapa besar perubahan flow terhadap perubahan differential pressure.

Dari:

Q=KΔPQ = K\sqrt{\Delta P}

maka:

dQd(ΔP)=K2ΔP\frac{dQ}{d(\Delta P)} = \frac{K} {2\sqrt{\Delta P}}

Artinya:

  • sensitivitas tinggi pada DP rendah
  • sensitivitas menurun pada DP tinggi

Konsekuensi praktis:

  • perubahan kecil DP pada flow rendah menghasilkan perubahan flow yang terlihat besar
  • perubahan DP yang sama pada flow tinggi menghasilkan perubahan flow yang lebih kecil

Pressure Loss

Tidak seluruh differential pressure dapat dipulihkan.

Hubungan tekanan:

P1>P3>PminP_1 > P_3 > P_{\min}

Permanent pressure loss:

ΔPperm=P1P3\Delta P_{\text{perm}} = P_1-P_3

Differential pressure pengukuran:

ΔP=P1P2\Delta P = P_1-P_2

Secara umum:

ΔPperm<ΔP\Delta P_{\text{perm}} < \Delta P

karena sebagian tekanan berhasil dipulihkan setelah vena contracta.

Pressure Behaviour Through Orifice

Rendering diagram...

Energi yang hilang akibat:

  • turbulensi
  • vorteks
  • mixing

tidak dapat dipulihkan kembali.

Differential Pressure Behaviour Summary

Rendering diagram...

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • memahami hubungan antara flow dan differential pressure
  • memahami hubungan kuadratik antara flow dan pressure drop
  • memahami keterbatasan turn-down ratio
  • memahami sensitivitas pengukuran orifice
  • memahami perbedaan antara differential pressure dan permanent pressure loss
  • memahami pressure behaviour sepanjang orifice

Kembali ke Atas


5. Installation Requirements

Tujuan

Menjamin asumsi model tetap berlaku di lapangan.

Sebagian besar kesalahan orifice bukan berasal dari persamaan matematika, tetapi dari instalasi yang tidak memenuhi asumsi dasar model aliran.

Model orifice mengasumsikan:

  • aliran telah berkembang penuh (fully developed flow)
  • profil kecepatan stabil
  • tidak ada swirl berlebihan
  • pressure tapping bekerja dengan benar
  • impulse line bebas gangguan

Jika asumsi tersebut tidak terpenuhi, maka nilai differential pressure yang diukur tidak lagi merepresentasikan flow yang sebenarnya.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Tujuan utama instalasi adalah menjaga agar differential pressure yang diukur tetap sesuai dengan kondisi yang diasumsikan oleh model.

Straight Run

Fungsi

Straight run memberikan kesempatan bagi profil kecepatan untuk kembali stabil sebelum fluida mencapai orifice.

Gangguan yang umum terjadi:

  • elbow
  • tee
  • reducer
  • valve
  • control valve
  • pump discharge
  • blower discharge

Semua komponen tersebut menghasilkan:

  • swirl
  • velocity distortion
  • asymmetric flow profile

yang dapat mengubah differential pressure.

Pengaruh Profil Kecepatan

Rendering diagram...

Secara praktis:

semakin dekat orifice dengan sumber gangguan, semakin besar kemungkinan error pengukuran.

Straight Run Requirement

Panjang straight run biasanya dinyatakan sebagai:

Lu=nDL_u = nD

dan

Ld=mDL_d = mD

dimana:

  • LuL_u = upstream straight run
  • LdL_d = downstream straight run
  • DD = pipe diameter

Nilai:

nn

dan

mm

bergantung pada:

  • jenis tapping
  • konfigurasi piping
  • standar yang digunakan

Karena itu instalasi harus selalu diverifikasi terhadap standar desain yang dipilih.

Pressure Tapping

Pressure tapping adalah titik pengambilan tekanan yang digunakan untuk menghasilkan differential pressure.

Fungsi Tapping

Rendering diagram...

Differential pressure:

ΔP=PHPL\Delta P = P_H-P_L

dimana:

PH=high pressure sideP_H = \text{high pressure side}

dan:

PL=low pressure sideP_L = \text{low pressure side}

Lokasi tapping mempengaruhi nilai differential pressure yang terukur.

Tapping Arrangement

Jenis tapping yang umum:

  • corner tap
  • flange tap
  • D and D/2 tap
  • pipe tap

Karena pressure profile berubah sepanjang orifice, lokasi tapping yang berbeda menghasilkan differential pressure yang berbeda.

Oleh karena itu:

  • model
  • tapping
  • discharge coefficient

harus dipilih secara konsisten.

Orientation

Orientasi orifice harus sesuai dengan desain.

Plate Orientation

Rendering diagram...

Pada orifice standar:

  • sharp edge menghadap upstream
  • bevel menghadap downstream

Jika plate terbalik:

  • vena contracta berubah
  • discharge coefficient berubah
  • hasil pengukuran tidak valid

Flow Direction Verification

Pastikan:

Flow DirectionSharp EdgeBevel\text{Flow Direction} \rightarrow \text{Sharp Edge} \rightarrow \text{Bevel}

sesuai dengan marking pada plate.

Manifold Arrangement

Manifold digunakan antara impulse line dan transmitter.

Tujuan manifold:

  • isolasi transmitter
  • equalization
  • venting
  • draining

Typical Arrangement

Rendering diagram...

Kesalahan konfigurasi manifold dapat menyebabkan:

  • zero shift
  • trapped gas
  • trapped liquid
  • false differential pressure

Impulse Line

Impulse line menghubungkan pressure tapping dengan transmitter.

Fungsi utamanya:

  • mentransmisikan tekanan
  • menjaga representasi tekanan tetap akurat

Impulse Line Behaviour

Rendering diagram...

Hal yang harus diperhatikan:

  • slope
  • liquid trap
  • gas pocket
  • freezing
  • plugging
  • condensation

Masalah impulse line sering menghasilkan error yang jauh lebih besar dibandingkan error persamaan flow.

Sealing

Sistem sealing harus memastikan tidak ada kebocoran pada:

  • flange
  • tapping
  • manifold
  • impulse line

Pengaruh Kebocoran

Rendering diagram...

Selain kebocoran eksternal, gasket intrusion juga harus diperiksa.

Jika gasket masuk ke area bore:

Aeffective<AoA_{\text{effective}} < A_o

maka karakteristik orifice berubah.

Installation Verification Logic

Rendering diagram...

Checklist Instalasi

ItemVerification
Flow direction correct
Sharp edge facing upstream
Bore concentric with pipe
Gasket not intruding into bore
Upstream straight run available
Downstream straight run available
Tapping location correct
Impulse line free of blockage
No gas pocket / liquid trap
Manifold configuration correct
No leakage detected
DP transmitter commissioned

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • memahami tujuan straight run
  • memahami fungsi pressure tapping
  • memahami orientasi plate yang benar
  • memahami fungsi manifold
  • memahami pengaruh impulse line terhadap akurasi
  • memahami pentingnya sealing
  • menggunakan checklist instalasi untuk verifikasi lapangan

Kembali ke Atas


6. Operational Limits

Tujuan

Menentukan batas operasi yang aman.

Model orifice tidak berlaku tanpa batas. Setiap orifice memiliki rentang operasi dimana:

  • discharge coefficient relatif stabil
  • hubungan flow dan differential pressure masih valid
  • kerusakan mekanis belum terjadi
  • fenomena aliran khusus belum mendominasi

Bab ini membahas batas operasi yang harus diperiksa sebelum hasil perhitungan digunakan untuk desain atau evaluasi lapangan.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Seluruh parameter di atas membentuk operating envelope dari suatu orifice.

Reynolds Number

Definisi

Reynolds number digunakan untuk membandingkan gaya inersia terhadap gaya viskos.

Re=ρVDμ\mathrm{Re} = \frac{\rho V D}{\mu}

Dimana:

  • ρ\rho = density
  • VV = velocity
  • DD = characteristic diameter
  • μ\mu = dynamic viscosity

Pengaruh terhadap Discharge Coefficient

Rendering diagram...

Pada Reynolds rendah:

Cd=f(Re)C_d = f(\mathrm{Re})

menjadi sangat sensitif.

Akibatnya:

  • akurasi menurun
  • model sederhana menjadi kurang representatif

Pada Reynolds tinggi:

CdkonstanC_d \approx \text{konstan}

sehingga model lebih stabil.

Risiko Operasi

Jika:

Re\mathrm{Re} \downarrow

maka:

  • uncertainty meningkat
  • repeatability menurun
  • validitas korelasi berkurang

Beta Ratio Limits

Definisi

Beta ratio:

β=dD\beta = \frac{d}{D}

merupakan parameter geometri paling penting pada orifice meter.

Karakteristik

Rendering diagram...

Beta Terlalu Kecil

Jika:

β<0.30\beta < 0.30

maka:

  • pressure drop meningkat tajam
  • erosion meningkat
  • plugging lebih mudah terjadi

Beta Terlalu Besar

Jika:

β>0.70\beta > 0.70

maka:

  • differential pressure mengecil
  • sensitivitas menurun
  • turndown memburuk

Area Operasi Umum

0.30β0.700.30 \le \beta \le 0.70

t/d Limits

Definisi

Rasio:

td\frac{t}{d}

menentukan tipe geometri yang sebenarnya.

Klasifikasi

Rendering diagram...

Interpretasi

t/dClassification
< 0.5Thin Sharp Edge
0.5 – 1Thick Plate
1 – 4Short Tube
> 4Tube-like Restriction

Model yang digunakan harus konsisten dengan klasifikasi ini.


Cavitation

Definisi

Cavitation terjadi ketika tekanan lokal turun di bawah vapor pressure fluida.

Pada orifice:

Pmin<PvapP_{\min} < P_{vap}

Lokasi

Cavitation biasanya dimulai di sekitar:

  • vena contracta
  • high velocity zone

Mekanisme

Rendering diagram...

Dampak

  • vibration
  • noise
  • erosion
  • bore damage

Erosion

Penyebab

Erosion terjadi akibat:

  • partikel padat
  • kecepatan tinggi
  • cavitation collapse

Hubungan Umum

Jika:

VV \uparrow

maka:

Erosion\text{Erosion} \uparrow

Area Kritis

Rendering diagram...

Kerusakan paling sering ditemukan pada:

  • upstream edge
  • bore wall
  • downstream bevel

Konsekuensi

Perubahan diameter:

dd \uparrow

mengubah:

Ao=πd24A_o = \frac{\pi d^2}{4}

dan menyebabkan perubahan flow calculation.


Choking

Definisi

Untuk gas, peningkatan pressure drop tidak selalu menghasilkan peningkatan flow.

Pada kondisi tertentu:

V=aV = a

dimana:

a=speed of sounda = \text{speed of sound}

Aliran mencapai kondisi sonic.

Choked Flow

Rendering diagram...

Setelah kondisi ini tercapai:

ΔP\Delta P \uparrow

tidak lagi meningkatkan flow secara signifikan.

Aplikasi

Fenomena ini penting untuk:

  • compressed air
  • natural gas
  • nitrogen
  • steam restriction

Compressibility Effect

Fluida Cair

Untuk liquid:

ρkonstan\rho \approx \text{konstan}

Asumsi inkompresibel biasanya memadai.

Fluida Gas

Untuk gas:

ρ=f(P,T)\rho = f(P,T)

Density berubah sepanjang aliran.

Dampak

Rendering diagram...

Untuk gas:

Q=f(ρ)Q = f(\rho)

dan:

ρ=f(P,T)\rho = f(P,T)

Sehingga koreksi ekspansibilitas sering diperlukan.


Operating Envelope Summary

Rendering diagram...

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • mengevaluasi Reynolds number
  • mengevaluasi beta ratio
  • mengevaluasi rasio t/dt/d
  • mengenali risiko cavitation
  • mengenali risiko erosion
  • memahami fenomena choking
  • memahami efek compressibility
  • menentukan operating envelope yang aman untuk orifice

Kembali ke Atas


7. Inspection and Degradation

Tujuan

Mengidentifikasi perubahan geometri selama operasi.

Orifice merupakan perangkat pasif tanpa bagian bergerak, namun bukan berarti bebas dari degradasi.

Selama operasi, geometri orifice dapat berubah akibat:

  • erosi
  • korosi
  • fouling
  • plugging
  • kerusakan mekanis

Karena seluruh model flow bergantung pada geometri, perubahan kecil pada bore atau edge dapat menghasilkan perubahan flow yang signifikan.

Tujuan inspeksi adalah memastikan bahwa geometri aktual masih sesuai dengan geometri desain.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Perubahan geometri merupakan penyebab utama penyimpangan performa orifice di lapangan.

Bore Wear

Definisi

Bore wear adalah pembesaran diameter bore akibat:

  • erosi partikel
  • cavitation
  • high velocity flow
  • jet impingement

Mekanisme

Rendering diagram...

Jika diameter berubah dari:

dd

menjadi:

d+Δdd+\Delta d

maka area berubah menjadi:

Ao=π(d+Δd)24A_o = \frac{\pi(d+\Delta d)^2}{4}

Karena:

Aod2A_o \propto d^2

perubahan kecil diameter dapat menghasilkan perubahan flow yang signifikan.

Titik Inspeksi

Periksa:

  • diameter bore
  • ovality
  • local wear
  • scoring mark

Kriteria

Bandingkan:

dactuald_{\text{actual}}

terhadap:

ddesignd_{\text{design}}

Edge Wear

Definisi

Sharp edge merupakan bagian paling kritis dari orifice.

Model orifice standar mengasumsikan bahwa sharp edge tetap tajam.

Mekanisme

Rendering diagram...

Akibat keausan:

CdCd,designC_d \neq C_{d,\text{design}}

Meskipun diameter bore belum berubah.

Penyebab

  • erosive flow
  • cavitation
  • corrosion
  • repeated cleaning

Titik Inspeksi

Periksa:

  • rounding
  • nick
  • chipping
  • local damage

Fouling

Definisi

Fouling adalah penumpukan material pada permukaan orifice.

Contoh:

  • scale
  • wax
  • sludge
  • biological growth
  • polymer deposition

Mekanisme

Rendering diagram...

Jika deposit terbentuk:

Aeffective<AoA_{\text{effective}} < A_o

maka:

VV \uparrow

dan:

ΔP\Delta P \uparrow

untuk flow yang sama.

Dampak

  • over-reading
  • unstable measurement
  • pressure loss increase

Titik Inspeksi

Periksa:

  • deposit thickness
  • deposit distribution
  • surface roughness

Plugging

Definisi

Plugging adalah penyumbatan sebagian atau seluruh bore.

Mekanisme

Rendering diagram...

Plugging sering ditemukan pada:

  • small hole
  • aeration diffuser
  • low flow service
  • dirty fluid service

Dampak

Jika:

AeffectiveA_{\text{effective}} \downarrow

maka:

QQ \downarrow

dan:

ΔP\Delta P \uparrow

Titik Inspeksi

Periksa:

  • debris
  • scale
  • foreign object
  • biological growth

Corrosion

Definisi

Corrosion menyebabkan perubahan geometri akibat reaksi kimia atau elektrokimia.

Mekanisme

Rendering diagram...

Bentuk Kerusakan

  • uniform corrosion
  • pitting
  • crevice corrosion
  • galvanic corrosion

Dampak

Corrosion dapat menyebabkan:

dd \uparrow

atau:

surface roughness\text{surface roughness} \uparrow

yang mempengaruhi:

CdC_d

Titik Inspeksi

Periksa:

  • pitting
  • discoloration
  • metal loss
  • wall thinning

Mechanical Damage

Definisi

Mechanical damage merupakan perubahan geometri akibat gaya eksternal.

Penyebab

  • mishandling
  • improper installation
  • over-tightening
  • dropped plate
  • maintenance error

Mekanisme

Rendering diagram...

Bentuk Kerusakan

  • bent plate
  • dent
  • warped plate
  • damaged edge
  • eccentric bore

Titik Inspeksi

Periksa:

  • flatness
  • concentricity
  • bore symmetry
  • edge condition

Inspection Workflow

Rendering diagram...

Inspection Checklist

Inspection ItemVerification
Bore diameter measured
Bore circularity verified
Sharp edge condition verified
Edge rounding checked
Fouling inspected
Plugging inspected
Corrosion inspected
Pitting inspected
Plate flatness verified
Concentricity verified
Plate orientation marking visible
Damage from handling inspected
Actual dimensions recorded

Degradation Summary

Rendering diagram...

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • mengidentifikasi mekanisme degradasi orifice
  • membedakan bore wear dan edge wear
  • mengenali fouling dan plugging
  • mengevaluasi dampak corrosion terhadap geometri
  • mengenali mechanical damage
  • melakukan inspeksi visual dan dimensional
  • menggunakan inspection checklist sebagai verifikasi lapangan

Kembali ke Atas


8. Application Cases

Tujuan

Menghubungkan teori dengan penggunaan nyata.

Bab-bab sebelumnya menjelaskan:

  • geometri
  • fisika aliran
  • model matematis
  • differential pressure
  • instalasi
  • batas operasi
  • inspeksi

Namun engineer lapangan tidak memulai dari teori.

Engineer biasanya memulai dari pertanyaan:

Saya ingin mengukur flow.

atau

Saya ingin membatasi flow.

atau

Saya ingin mendistribusikan udara.

Karena itu pemilihan model harus dimulai dari aplikasi yang ingin dicapai.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Aplikasi menentukan:

  • geometri
  • model
  • parameter desain
  • metode inspeksi

Flow Measurement

Tujuan

Mengukur flow menggunakan differential pressure.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Prinsip

Orifice menghasilkan:

ΔP\Delta P

yang kemudian dikonversi menjadi flow.

Model yang digunakan:

Q=CdAo2ΔPρ(1β4)Q = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho(1-\beta^4)} }

Parameter Dominan

  • beta ratio
  • discharge coefficient
  • Reynolds number
  • tapping location
  • straight run

Geometri yang Direkomendasikan

td<0.5\frac{t}{d} < 0.5

atau:

Thin Sharp Edge Orifice

Fokus Engineer

Engineer lebih fokus pada:

  • akurasi
  • repeatability
  • uncertainty
  • calibration

daripada pressure loss.

Contoh Aplikasi

  • custody transfer
  • utility metering
  • steam metering
  • cooling water measurement
  • compressed air metering

Restriction Service

Tujuan

Mengurangi tekanan atau membatasi flow.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Prinsip

Tujuan utama bukan mengukur flow.

Tujuan utama adalah menghasilkan:

ΔP\Delta P

yang diinginkan.

Model umum:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac{2\Delta P} {\rho} }

Parameter Dominan

  • pressure drop
  • cavitation
  • choking
  • noise
  • velocity

Geometri

Dapat berupa:

  • thin plate
  • thick plate
  • multi-stage restriction

Fokus Engineer

Engineer lebih fokus pada:

  • pressure reduction
  • equipment protection
  • noise reduction
  • vibration control

Contoh Aplikasi

  • compressor recycle
  • pump minimum flow
  • blowdown restriction
  • gas letdown system
  • bypass line

Aeration Diffuser

Tujuan

Mendistribusikan udara ke dalam cairan.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Prinsip

Lubang diffuser biasanya:

d=13 mmd = 1 \sim 3\ \mathrm{mm}

dan sering memiliki:

td>1\frac{t}{d} > 1

sehingga tidak lagi berperilaku sebagai thin sharp edge orifice.

Dalam banyak kasus lebih tepat dianggap sebagai:

  • short tube
  • flow restrictor
  • small hole

Model

Untuk:

β0\beta \rightarrow 0

digunakan:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac{2\Delta P} {\rho} }

dengan:

ΔP=Pblower+Pwater+Ploss\Delta P = P_{\text{blower}} + P_{\text{water}} + P_{\text{loss}}

Parameter Dominan

  • hole diameter
  • hole count
  • hole spacing
  • water depth
  • blower pressure

Fokus Engineer

Engineer lebih fokus pada:

  • total airflow
  • bubble distribution
  • oxygen transfer
  • fouling resistance

Contoh

Kasus yang telah dibahas sebelumnya:

d=1 mmd=1\ \mathrm{mm}
t=2 mmt=2\ \mathrm{mm}
td=2\frac{t}{d}=2

Klasifikasi:

Short Tube

bukan:

Thin Sharp Edge Orifice


Gas Distribution

Tujuan

Membagi flow secara merata ke beberapa cabang.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Prinsip

Perbedaan kecil tekanan pada setiap cabang dapat menghasilkan distribusi flow yang tidak merata.

Dengan menambahkan restriction orifice:

ΔPorificeΔPheader\Delta P_{orifice} \gg \Delta P_{header}

maka pengaruh variasi tekanan header menjadi kecil.

Model

Model yang digunakan umumnya:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac{2\Delta P} {\rho} }

Parameter Dominan

  • branch pressure balance
  • restriction sizing
  • total header pressure

Fokus Engineer

Engineer lebih fokus pada:

  • flow uniformity
  • balancing
  • repeatability

Contoh Aplikasi

  • burner manifold
  • aeration manifold
  • gas distribution header
  • purge gas distribution

Application Selection Matrix

Rendering diagram...

Mapping Application to Model

ApplicationGeometryModel
Flow MeasurementThin Sharp EdgeOrifice Meter Equation
Restriction ServiceThin / Thick PlateRestriction Orifice
Aeration DiffuserShort TubeSmall Hole Model
Gas DistributionRestriction HoleRestriction Model

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • menghubungkan aplikasi dengan model yang tepat
  • membedakan flow measurement dan restriction service
  • memahami karakteristik diffuser aerasi
  • memahami prinsip gas distribution balancing
  • memilih geometri yang sesuai dengan tujuan aplikasi
  • memilih model matematis yang sesuai dengan aplikasi lapangan

Kembali ke Atas


9. Example Engineering Calculations

Tujuan

Menghubungkan teori, geometri, dan model matematis ke dalam perhitungan yang dapat direplikasi oleh engineer.

Seluruh contoh berikut menggunakan pendekatan yang konsisten dengan model yang telah dibahas pada bab sebelumnya.


Case A — Orifice Flowmeter

Problem Statement

Sebuah orifice flowmeter dipasang pada pipa air dengan data:

ParameterValue
Pipe ID DD102.3 mm
Beta Ratio β\beta0.60
Density ρ\rho1000 kg/m³
Discharge Coefficient CdC_d0.61
Differential Pressure ΔP\Delta P13.36 kPa

Tentukan flow rate.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Step 1 — Bore Diameter

d=βDd = \beta D
d=0.60×0.1023d = 0.60 \times 0.1023
d=0.06138 md = 0.06138\ \mathrm{m}

Step 2 — Bore Area

Ao=πd24A_o = \frac{\pi d^2}{4}
Ao=0.002959 m2A_o = 0.002959\ \mathrm{m^2}

Step 3 — Flow Calculation

Q=CdAo2ΔPρ(1β4)Q = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho(1-\beta^4)} }

Substitusi:

Q=0.61×0.002959×2(13360)1000(10.64)Q = 0.61 \times 0.002959 \times \sqrt{ \frac {2(13360)} {1000(1-0.6^4)} }

Result

Q=0.0100 m3/sQ = 0.0100\ \mathrm{m^3/s}

Konversi:

Q=10.0 L/sQ = 10.0\ \mathrm{L/s}

atau:

Q=600 L/minQ = 600\ \mathrm{L/min}

Case B — Restriction Orifice

Problem Statement

Udara pada tekanan rendah dialirkan melalui restriction orifice.

Data:

ParameterValue
Bore Diameter5 mm
Cd0.75
Density1.2 kg/m³
ΔP5 kPa

Hitung flow udara.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Step 1 — Area

d=0.005 md = 0.005\ \mathrm{m}
Ao=πd24A_o = \frac{\pi d^2}{4}
Ao=1.963×105 m2A_o = 1.963\times10^{-5}\ \mathrm{m^2}

Step 2 — Flow

Karena:

β0\beta \rightarrow 0

digunakan:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho} }

Substitusi:

Q=0.75×1.963×105×2(5000)1.2Q = 0.75 \times 1.963\times10^{-5} \times \sqrt{ \frac {2(5000)} {1.2} }

Result

Q=0.00135 m3/sQ = 0.00135\ \mathrm{m^3/s}

Konversi:

Q=1.35 L/sQ = 1.35\ \mathrm{L/s}

atau:

Q=81 L/minQ = 81\ \mathrm{L/min}

Case C — Air Diffuser Hole

Problem Statement

Sebuah diffuser aerasi menggunakan lubang tunggal dengan data:

ParameterValue
Hole Diameter1 mm
Plate Thickness2 mm
Differential Pressure100 mmH₂O
Air Temperature35°C
Air Density1.145 kg/m³
Cd0.75

Tentukan flow udara yang keluar dari satu lubang.

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Step 1 — Geometry Verification

Diameter:

d=1 mm=0.001 md = 1\ \mathrm{mm} = 0.001\ \mathrm{m}

Thickness:

t=2 mm=0.002 mt = 2\ \mathrm{mm} = 0.002\ \mathrm{m}

Rasio:

td=2\frac{t}{d} = 2

Klasifikasi:

Short Tube

Step 2 — Hole Area

Ao=πd24A_o = \frac{\pi d^2}{4}
Ao=7.854×107 m2A_o = 7.854\times10^{-7}\ \mathrm{m^2}

Step 3 — Differential Pressure Conversion

ΔP=100 mmH2O\Delta P = 100\ \mathrm{mmH_2O}
1 mmH2O=9.80665 Pa1\ \mathrm{mmH_2O} = 9.80665\ \mathrm{Pa}
ΔP=980.7 Pa\Delta P = 980.7\ \mathrm{Pa}

Step 4 — Flow Calculation

Model:

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho} }

Substitusi:

Q=0.75×7.854×107×2(980.7)1.145Q = 0.75 \times 7.854\times10^{-7} \times \sqrt{ \frac {2(980.7)} {1.145} }

Result

Q=2.44×105 m3/sQ = 2.44\times10^{-5}\ \mathrm{m^3/s}

Konversi:

Q=1.46 L/minQ = 1.46\ \mathrm{L/min}

Diffuser Scaling Example

Jika diffuser memiliki:

N=100N=100

lubang identik.

Total Air Flow

Qtotal=NQholeQ_{\text{total}} = NQ_{\text{hole}}
Qtotal=100×1.46Q_{\text{total}} = 100 \times 1.46

Result

Qtotal=146 L/minQ_{\text{total}} = 146\ \mathrm{L/min}

atau:

Qtotal=8.76 m3/hQ_{\text{total}} = 8.76\ \mathrm{m^3/h}

Engineering Comparison

Rendering diagram...

Output

Pada akhir bab ini pembaca harus dapat:

  • menghitung flow pada orifice flowmeter
  • menghitung flow pada restriction orifice
  • menghitung flow pada diffuser aerasi
  • menentukan klasifikasi geometri menggunakan rasio t/dt/d
  • mengkonversi differential pressure ke flow rate
  • menghitung total flow dari banyak lubang diffuser

Kembali ke Atas


10. Design Worksheet Appendix

Tujuan

Menyediakan worksheet standar yang dapat digunakan engineer untuk:

  • sizing awal

  • verifikasi desain

  • troubleshooting

  • inspection verification

  • import langsung ke Exce

    l

Lampiran ini dirancang agar seluruh perhitungan pada artikel dapat direplikasi menggunakan spreadsheet tanpa software khusus.


Worksheet Architecture

Engineering Diagram

Rendering diagram...

Worksheet dibagi menjadi lima blok utama:

  1. Input Data
  2. Geometry
  3. Flow Calculation
  4. Validation
  5. Result

Formula Sheet

Geometry

Pipe Area:

Ap=πD24A_p = \frac{\pi D^2}{4}

Orifice Area:

Ao=πd24A_o = \frac{\pi d^2}{4}

Beta Ratio:

β=dD\beta = \frac{d}{D}

Thickness Ratio:

td\frac{t}{d}

Flow Measurement Model

Q=CdAo2ΔPρ(1β4)Q = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho(1-\beta^4)} }

Restriction Orifice Model

Q=CdAo2ΔPρQ = C_dA_o \sqrt{ \frac {2\Delta P} {\rho} }

Reynolds Number

Velocity:

V=QApV = \frac{Q}{A_p}

Reynolds Number:

Re=ρVDμ\mathrm{Re} = \frac{\rho VD}{\mu}

Differential Pressure Verification

ΔP=ρ2(QCdAo)2(1β4)\Delta P = \frac{\rho}{2} \left( \frac {Q} {C_dA_o} \right)^2 (1-\beta^4)

Diffuser Total Flow

Qtotal=NQholeQ_{\text{total}} = NQ_{\text{hole}}

CSV Template

Simpan sebagai:

orifice_design_template.csv
Section,Parameter,Symbol,Unit,Value,Formula
Geometry,Pipe Diameter,D,m,,
Geometry,Orifice Diameter,d,m,,
Geometry,Plate Thickness,t,m,,
Geometry,Beta Ratio,beta,-,,=d/D
Geometry,Pipe Area,Ap,m2,,=PI()*D^2/4
Geometry,Orifice Area,Ao,m2,,=PI()*d^2/4
Geometry,Thickness Ratio,t_d,-,,=t/d

Fluid,Density,rho,kg/m3,,
Fluid,Viscosity,mu,Pa.s,,

Flow,Discharge Coefficient,Cd,-,,
Flow,Differential Pressure,DeltaP,Pa,,
Flow,Flow Rate,Q,m3/s,,=Cd*Ao*SQRT((2*DeltaP)/(rho*(1-beta^4)))

Velocity,Velocity,V,m/s,,=Q/Ap

Validation,Reynolds Number,Re,-,,=(rho*V*D)/mu

Diffuser,Number of Holes,N,-,,
Diffuser,Flow per Hole,Qhole,m3/s,,
Diffuser,Total Flow,Qtotal,m3/s,,=N*Qhole

Default Values

Dataset berikut digunakan untuk memvalidasi worksheet.

Case A

Orifice Flowmeter

ParameterValue
D0.1023 m
d0.06138 m
Cd0.61
rho1000 kg/m³
mu0.001 Pa.s
DeltaP13360 Pa

Case B

Restriction Orifice

ParameterValue
d0.005 m
Cd0.75
rho1.20 kg/m³
DeltaP5000 Pa

Case C

Air Diffuser

ParameterValue
d0.001 m
t0.002 m
Cd0.75
rho1.145 kg/m³
DeltaP980.7 Pa
N100

Validation Dataset

Validation A

Orifice Flowmeter

Expected:

Q=0.0100 m3/sQ = 0.0100\ \mathrm{m^3/s}

Validation B

Restriction Orifice

Expected:

Q=0.00135 m3/sQ = 0.00135\ \mathrm{m^3/s}

Validation C

Air Diffuser

Expected:

Qhole=2.44×105 m3/sQ_{\text{hole}} = 2.44\times10^{-5}\ \mathrm{m^3/s}

atau:

Qhole=1.46 L/minQ_{\text{hole}} = 1.46\ \mathrm{L/min}

Validation D

Total Diffuser Flow

Expected:

Qtotal=0.00244 m3/sQ_{\text{total}} = 0.00244\ \mathrm{m^3/s}

atau:

Qtotal=146 L/minQ_{\text{total}} = 146\ \mathrm{L/min}

Expected Results Summary

Rendering diagram...

Warning Limits

Worksheet harus memberikan warning jika kondisi berikut terjadi.

Beta Ratio Warning

β<0.30\beta < 0.30

Status:

LOW BETA RATIO

atau:

β>0.70\beta > 0.70

Status:

HIGH BETA RATIO

Reynolds Number Warning

Re<10000\mathrm{Re} < 10000

Status:

LOW REYNOLDS NUMBER

Thickness Ratio Warning

td>1\frac{t}{d} > 1

Status:

SHORT TUBE GEOMETRY

Diffuser Warning

Jika:

d<1 mmd < 1\ \mathrm{mm}

Status:

PLUGGING RISK

Velocity Warning

Jika:

V>30 m/sV > 30\ \mathrm{m/s}

Status:

HIGH VELOCITY

Pressure Drop Warning

Jika:

ΔP>20%Pupstream\Delta P > 20\% P_{\text{upstream}}

Status:

CHECK COMPRESSIBILITY EFFECT

Excel Validation Logic

Geometry Check

=IF(AND(beta>=0.3,beta<=0.7),"OK","CHECK")

Reynolds Check

=IF(Re>10000,"OK","LOW RE")

Thickness Ratio Check

=IF(t_d<=1,"ORIFICE","SHORT TUBE")

Diffuser Check

=IF(d<0.001,"PLUGGING RISK","OK")

Worksheet Deliverables

Worksheet yang telah selesai harus mampu:

  • menghitung beta ratio
  • menghitung area
  • menghitung flow
  • menghitung Reynolds number
  • menghitung total diffuser flow
  • memvalidasi hasil
  • memberikan warning otomatis
  • digunakan untuk flowmeter
  • digunakan untuk restriction orifice
  • digunakan untuk diffuser aerasi

Output

Pada akhir lampiran ini pembaca memiliki:

  • formula sheet lengkap
  • template CSV siap import ke Excel
  • dataset validasi
  • expected result
  • warning limit
  • logic validation

sehingga seluruh contoh pada artikel dapat direproduksi secara langsung menggunakan spreadsheet standar.

Kembali ke Atas


Catatan Penyusunan Artikel ini disusun sebagai materi edukasi dan referensi umum berdasarkan berbagai sumber pustaka, praktik lapangan, serta bantuan alat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lanjutan dan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sistem.