Mx
Published on

Centrifugal Pump Fundamentals

Authors

Artikel 01: Centrifugal Pump Fundamentals



1. Centrifugal Pump as Energy Conversion Machine

1.1 Role of pumps in industrial fluid systems

Pompa merupakan peralatan utama dalam sistem transport fluida pada industri proses seperti Oil & Gas, petrochemical, power generation, dan water systems. Fungsi utama pompa adalah memindahkan fluida dari suatu titik ke titik lain dengan menambahkan energi pada fluida tersebut.

Energi yang diberikan pompa memungkinkan fluida:

  • mengalir melalui jaringan perpipaan
  • mengatasi perbedaan elevasi
  • mengatasi kehilangan energi akibat gesekan

Dalam analisis sistem pompa, energi fluida tidak dinyatakan secara langsung sebagai tekanan, tetapi sebagai head.

Head merepresentasikan energi fluida per satuan berat:

H=PρgH = \frac{P}{\rho g}

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(H)Fluid headm
(P)PressurePa
(\rho)Fluid densitykg/m³
(g)Gravitational accelerationm/s²

Perbedaan penting dalam sistem pompa adalah:

ParameterMakna
Pressuregaya per satuan area
Headenergi fluida per satuan berat

Dalam desain pompa, head lebih fundamental dibanding pressure, karena head tidak bergantung pada densitas fluida.


1.2 Centrifugal pump as rotodynamic machine

Pompa industri secara umum diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama.

Pump TypePrinciple
Positive displacement pumpMemindahkan fluida dengan perubahan volume
Rotodynamic pumpMemberikan energi kinetik ke fluida melalui elemen berputar

Centrifugal pump termasuk rotodynamic pump.

Karakteristik utama centrifugal pump:

  • energi fluida dihasilkan oleh impeller yang berputar
  • fluida memperoleh energi kinetik
  • energi kinetik dikonversi menjadi pressure head

Image

Image

Image

Image

Komponen utama pompa sentrifugal meliputi:

ComponentFunction
ImpellerMemberikan energi ke fluida
CasingMengubah energi kinetik menjadi tekanan
ShaftMentransmisikan energi dari driver ke impeller

1.3 Principle of mechanical energy transfer to fluid

Energi yang digunakan pompa berasal dari driver, biasanya:

  • electric motor
  • steam turbine
  • gas turbine

Energi mekanis dari driver ditransmisikan ke pompa melalui shaft.

Proses transfer energi berlangsung sebagai berikut:

  1. Motor menghasilkan rotational mechanical power
  2. Shaft mentransmisikan energi rotasi
  3. Impeller mempercepat fluida
  4. Fluida memperoleh energi kinetik
  5. Energi kinetik dikonversi menjadi pressure head di casing

Energi mekanis yang diberikan driver dapat dinyatakan sebagai shaft power:

P=TωP = T \omega
ParameterDescriptionUnit
(P)Shaft powerW
(T)TorqueN·m
(\omega)Angular velocityrad/s

Energi ini kemudian dipindahkan ke fluida dalam bentuk hydraulic energy.


2. Main Components of a Centrifugal Pump

2.1 Basic pump construction

Pompa sentrifugal terdiri dari beberapa komponen mekanis utama.

Image

Komponen yang paling menentukan performa hidraulik adalah:

ComponentFunction
CasingMengarahkan aliran fluida dan mengubah energi kinetik menjadi tekanan
ImpellerMenghasilkan percepatan fluida
ShaftMentransmisikan energi dari driver

2.2 Role of the impeller in energy transfer

Impeller merupakan komponen yang berputar dan berfungsi memberikan energi ke fluida.

Ketika impeller berputar:

  • fluida masuk melalui impeller eye
  • fluida dipercepat sepanjang impeller blade
  • fluida keluar dengan kecepatan tinggi

Energi yang diberikan ke fluida terutama berupa energi kinetik.

Besarnya kecepatan perifer impeller adalah:

U=ωrU = \omega r
ParameterDescriptionUnit
(U)Peripheral velocitym/s
(\omega)Angular velocityrad/s
(r)Radius impellerm

Semakin tinggi kecepatan impeller, semakin besar energi yang diberikan ke fluida.


2.3 Flow path through the pump

Aliran fluida melalui pompa mengikuti jalur hidraulik tertentu.

Tahapan aliran:

  1. Suction region Fluida masuk ke pompa melalui suction nozzle menuju impeller eye.

  2. Impeller passage Fluida dipercepat oleh blade impeller.

  3. Discharge region Fluida keluar dari impeller menuju casing dan kemudian ke discharge nozzle.

Image

Image

Perubahan energi fluida terjadi terutama pada dua lokasi:

  • impeller (penambahan energi kinetik)
  • casing (konversi energi kinetik menjadi tekanan)

3. Velocity Components in the Impeller

Aliran fluida di dalam impeller tidak hanya ditentukan oleh kecepatan absolut fluida, tetapi juga oleh kecepatan relatif terhadap impeller yang berputar. Analisis ini menggunakan konsep velocity triangle yang merupakan dasar analisis mesin fluida berputar.

3.1 Absolute velocity of fluid

Kecepatan absolut adalah kecepatan fluida terhadap sistem referensi yang diam.

Kecepatan ini dinotasikan sebagai:

VV

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(V)Absolute velocity of fluidm/s

Kecepatan absolut merupakan hasil dari interaksi antara:

  • gerakan fluida
  • gerakan impeller

3.2 Relative velocity with respect to rotating impeller

Karena impeller berputar, fluida yang bergerak di dalam impeller memiliki kecepatan relatif terhadap permukaan blade.

Kecepatan ini disebut relative velocity:

WW
ParameterDescriptionUnit
(W)Relative velocity of fluid to impeller bladem/s

Hubungan antara kecepatan absolut, kecepatan relatif, dan kecepatan impeller dinyatakan sebagai:

V=U+W\vec{V} = \vec{U} + \vec{W}

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(U)Peripheral velocity of impellerm/s

3.3 Tangential and radial velocity components

Kecepatan absolut fluida dapat diuraikan menjadi dua komponen utama.

ComponentDescription
Radial velocity (V_r)Komponen kecepatan menuju arah radial
Tangential velocity (V_u)Komponen kecepatan arah tangensial (whirl velocity)

Komponen tangensial sangat penting karena komponen ini menentukan energi yang ditransfer oleh impeller ke fluida.


3.4 Velocity triangle at impeller inlet and outlet

Analisis energi pada pompa sentrifugal didasarkan pada velocity triangle pada inlet dan outlet impeller.

Image

Image

Velocity triangle menunjukkan hubungan antara:

VelocityDescription
(U)Peripheral velocity of impeller
(V)Absolute velocity
(W)Relative velocity
(V_u)Tangential component
(V_r)Radial component

Perubahan komponen tangensial (V_u) antara inlet dan outlet impeller menentukan energi yang diberikan ke fluida.


4. Mechanism of Head Generation

Energi yang dihasilkan pompa sentrifugal berasal dari perubahan momentum fluida akibat interaksi dengan impeller yang berputar.

Proses ini menghasilkan peningkatan energi fluida dalam bentuk hydraulic head.


4.1 Relationship between fluid velocity and pressure

Dalam sistem fluida, energi fluida terdiri dari tiga komponen utama:

H=Pρg+V22g+zH = \frac{P}{\rho g} + \frac{V^2}{2g} + z
ParameterDescriptionUnit
(P)PressurePa
(V)Fluid velocitym/s
(z)Elevationm

Persamaan ini merupakan bentuk Bernoulli equation.

Ketika fluida dipercepat oleh impeller:

  • energi kinetik meningkat
  • sebagian energi kinetik dikonversi menjadi pressure head

4.2 Energy increase through rotating impeller

Energi diberikan ke fluida melalui perubahan momentum akibat interaksi dengan blade impeller.

Perubahan momentum fluida sebanding dengan:

  • kecepatan tangensial impeller
  • perubahan komponen tangensial kecepatan fluida

Peripheral velocity impeller dinyatakan sebagai:

U=ωrU = \omega r

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(U)Peripheral velocitym/s
(\omega)Angular velocityrad/s
(r)Radius impellerm

Kecepatan ini meningkat dari impeller inlet ke impeller outlet karena radius bertambah.


4.3 From velocity change to hydraulic head

Energi yang diberikan ke fluida terutama berasal dari perubahan whirl velocity antara inlet dan outlet impeller.

Image

Perubahan komponen tangensial kecepatan fluida menyebabkan perubahan energi fluida.

Perubahan energi inilah yang nantinya diformulasikan dalam Euler Pump Equation, yang akan dibahas pada section berikutnya.


centrifugal-pump-fundamentals

(Lanjutan — Response 3)

Section yang diselesaikan pada respons ini:

  • 5. Euler Pump Equation
  • 6. Engineering Interpretation of Pump Fundamentals

5. Euler Pump Equation

Analisis energi pada pompa sentrifugal didasarkan pada perubahan momentum sudut fluida ketika melewati impeller. Prinsip ini dirumuskan dalam Euler Pump Equation, yang merupakan model dasar mesin fluida berputar.

Persamaan ini menghubungkan:

  • kecepatan impeller
  • perubahan komponen tangensial kecepatan fluida
  • energi yang diberikan kepada fluida

5.1 Derivation of Euler pump equation

Ketika fluida melewati impeller, terjadi perubahan angular momentum.

Menurut hukum momentum sudut:

T=m˙(r2Vu2r1Vu1)T = \dot{m}(r_2 V_{u2} - r_1 V_{u1})

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(T)Torque pada impellerN·m
(m_dot)Mass flow ratekg/s
(r)Radius impellerm
(V_u)Tangential velocity componentm/s

Daya yang diberikan kepada fluida:

P=TωP = T\omega

Jika daya dibagi dengan laju massa fluida, diperoleh energi spesifik fluida.

Dari hubungan ini diperoleh Euler pump equation.


5.2 Euler equation for centrifugal pumps

Energi fluida yang diberikan impeller dinyatakan sebagai hydraulic head:

H=U2Vu2U1Vu1gH = \frac{U_2 V_{u2} - U_1 V_{u1}}{g}

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(H)Theoretical pump headm
(U)Peripheral velocitym/s
(V_u)Tangential velocity componentm/s
(g)Gravitational accelerationm/s²

Subscript:

SymbolMeaning
1Impeller inlet
2Impeller outlet

5.3 Interpretation of variables in centrifugal pump operation

Beberapa variabel dalam persamaan Euler memiliki makna fisika yang penting dalam operasi pompa.

VariableEngineering Meaning
(U)Kecepatan impeller
(V_u)Komponen tangensial kecepatan fluida
(H)Energi fluida yang dihasilkan pompa

Peripheral velocity impeller dihitung sebagai:

U=ωrU = \omega r

atau

U=πDNU = \pi D N

di mana:

ParameterDescriptionUnit
(D)Impeller diameterm
(N)Rotational speedrev/s

Semakin besar:

  • diameter impeller
  • kecepatan putar

maka energi yang diberikan kepada fluida semakin besar.


5.4 Theoretical head produced by the impeller

Jika aliran masuk ke impeller tanpa komponen tangensial, maka:

Vu10V_{u1} \approx 0

Sehingga persamaan Euler menjadi:

H=U2Vu2gH = \frac{U_2 V_{u2}}{g}

Ini menunjukkan bahwa head pompa terutama ditentukan oleh:

  • peripheral velocity impeller outlet
  • tangential velocity component fluida

5.5 Difference between theoretical head and actual pump head

Head yang dihitung dari persamaan Euler adalah head teoritis.

Pada pompa nyata terdapat berbagai kehilangan energi.

Sumber kehilangan utama:

Loss MechanismDescription
Hydraulic lossesGesekan dalam saluran impeller
Shock lossesPerubahan arah aliran
SlipFluida tidak mengikuti blade secara sempurna

Akibatnya:

Hactual<HEulerH_{actual} < H_{Euler}

Head aktual pompa biasanya dinyatakan sebagai:

Hactual=ηhHEulerH_{actual} = \eta_h H_{Euler}
ParameterDescription
(\eta_h)Hydraulic efficiency

6. Engineering Interpretation of Pump Fundamentals

Persamaan Euler memberikan hubungan langsung antara geometri impeller, kecepatan rotasi, dan energi fluida.

Interpretasi ini sangat penting dalam desain dan analisis pompa.


6.1 Relationship between impeller motion and fluid head

Dari persamaan Euler dapat dilihat bahwa head pompa berbanding lurus dengan:

  • kecepatan impeller
  • perubahan whirl velocity

Jika kecepatan impeller meningkat:

UHU \uparrow \Rightarrow H \uparrow

Karena itu perubahan kecepatan pompa secara langsung mempengaruhi head yang dihasilkan.


6.2 Influence of impeller diameter and speed

Peripheral velocity impeller:

U=πDNU = \pi D N

Dari hubungan ini dapat dilihat bahwa head pompa meningkat dengan:

  • peningkatan diameter impeller
  • peningkatan kecepatan putar

Hubungan ini merupakan dasar dari pump affinity laws yang akan dibahas pada artikel berikutnya.


6.3 Foundation for pump performance analysis

Model Euler memberikan fondasi untuk memahami beberapa karakteristik penting pompa sentrifugal.

Image

Image

Fenomena berikut dapat dijelaskan dari prinsip dasar ini:

  • hubungan flow dan head pada pump curve
  • perubahan head akibat perubahan kecepatan
  • batas operasi pompa

Analisis ini akan digunakan pada artikel berikutnya:

pump-performance-curve-and-operating-point.md

yang membahas interaksi antara:

  • pump curve
  • system curve
  • operating point

Catatan Penyusunan Artikel ini disusun sebagai materi edukasi dan referensi umum berdasarkan berbagai sumber pustaka, praktik lapangan, serta bantuan alat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lanjutan dan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sistem.