- Published on
Centrifugal Pump Fundamentals
- Authors
Artikel 01: Centrifugal Pump Fundamentals
- Artikel 01: Centrifugal Pump Fundamentals
- 3. Velocity Components in the Impeller
- 4. Mechanism of Head Generation
- centrifugal-pump-fundamentals
- 5. Euler Pump Equation
- 6. Engineering Interpretation of Pump Fundamentals
1. Centrifugal Pump as Energy Conversion Machine
1.1 Role of pumps in industrial fluid systems
Pompa merupakan peralatan utama dalam sistem transport fluida pada industri proses seperti Oil & Gas, petrochemical, power generation, dan water systems. Fungsi utama pompa adalah memindahkan fluida dari suatu titik ke titik lain dengan menambahkan energi pada fluida tersebut.
Energi yang diberikan pompa memungkinkan fluida:
- mengalir melalui jaringan perpipaan
- mengatasi perbedaan elevasi
- mengatasi kehilangan energi akibat gesekan
Dalam analisis sistem pompa, energi fluida tidak dinyatakan secara langsung sebagai tekanan, tetapi sebagai head.
Head merepresentasikan energi fluida per satuan berat:
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (H) | Fluid head | m |
| (P) | Pressure | Pa |
| (\rho) | Fluid density | kg/m³ |
| (g) | Gravitational acceleration | m/s² |
Perbedaan penting dalam sistem pompa adalah:
| Parameter | Makna |
|---|---|
| Pressure | gaya per satuan area |
| Head | energi fluida per satuan berat |
Dalam desain pompa, head lebih fundamental dibanding pressure, karena head tidak bergantung pada densitas fluida.
1.2 Centrifugal pump as rotodynamic machine
Pompa industri secara umum diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama.
| Pump Type | Principle |
|---|---|
| Positive displacement pump | Memindahkan fluida dengan perubahan volume |
| Rotodynamic pump | Memberikan energi kinetik ke fluida melalui elemen berputar |
Centrifugal pump termasuk rotodynamic pump.
Karakteristik utama centrifugal pump:
- energi fluida dihasilkan oleh impeller yang berputar
- fluida memperoleh energi kinetik
- energi kinetik dikonversi menjadi pressure head



Komponen utama pompa sentrifugal meliputi:
| Component | Function |
|---|---|
| Impeller | Memberikan energi ke fluida |
| Casing | Mengubah energi kinetik menjadi tekanan |
| Shaft | Mentransmisikan energi dari driver ke impeller |
1.3 Principle of mechanical energy transfer to fluid
Energi yang digunakan pompa berasal dari driver, biasanya:
- electric motor
- steam turbine
- gas turbine
Energi mekanis dari driver ditransmisikan ke pompa melalui shaft.
Proses transfer energi berlangsung sebagai berikut:
- Motor menghasilkan rotational mechanical power
- Shaft mentransmisikan energi rotasi
- Impeller mempercepat fluida
- Fluida memperoleh energi kinetik
- Energi kinetik dikonversi menjadi pressure head di casing
Energi mekanis yang diberikan driver dapat dinyatakan sebagai shaft power:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (P) | Shaft power | W |
| (T) | Torque | N·m |
| (\omega) | Angular velocity | rad/s |
Energi ini kemudian dipindahkan ke fluida dalam bentuk hydraulic energy.
2. Main Components of a Centrifugal Pump
2.1 Basic pump construction
Pompa sentrifugal terdiri dari beberapa komponen mekanis utama.
Komponen yang paling menentukan performa hidraulik adalah:
| Component | Function |
|---|---|
| Casing | Mengarahkan aliran fluida dan mengubah energi kinetik menjadi tekanan |
| Impeller | Menghasilkan percepatan fluida |
| Shaft | Mentransmisikan energi dari driver |
2.2 Role of the impeller in energy transfer
Impeller merupakan komponen yang berputar dan berfungsi memberikan energi ke fluida.
Ketika impeller berputar:
- fluida masuk melalui impeller eye
- fluida dipercepat sepanjang impeller blade
- fluida keluar dengan kecepatan tinggi
Energi yang diberikan ke fluida terutama berupa energi kinetik.
Besarnya kecepatan perifer impeller adalah:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (U) | Peripheral velocity | m/s |
| (\omega) | Angular velocity | rad/s |
| (r) | Radius impeller | m |
Semakin tinggi kecepatan impeller, semakin besar energi yang diberikan ke fluida.
2.3 Flow path through the pump
Aliran fluida melalui pompa mengikuti jalur hidraulik tertentu.
Tahapan aliran:
Suction region Fluida masuk ke pompa melalui suction nozzle menuju impeller eye.
Impeller passage Fluida dipercepat oleh blade impeller.
Discharge region Fluida keluar dari impeller menuju casing dan kemudian ke discharge nozzle.


Perubahan energi fluida terjadi terutama pada dua lokasi:
- impeller (penambahan energi kinetik)
- casing (konversi energi kinetik menjadi tekanan)
3. Velocity Components in the Impeller
Aliran fluida di dalam impeller tidak hanya ditentukan oleh kecepatan absolut fluida, tetapi juga oleh kecepatan relatif terhadap impeller yang berputar. Analisis ini menggunakan konsep velocity triangle yang merupakan dasar analisis mesin fluida berputar.
3.1 Absolute velocity of fluid
Kecepatan absolut adalah kecepatan fluida terhadap sistem referensi yang diam.
Kecepatan ini dinotasikan sebagai:
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (V) | Absolute velocity of fluid | m/s |
Kecepatan absolut merupakan hasil dari interaksi antara:
- gerakan fluida
- gerakan impeller
3.2 Relative velocity with respect to rotating impeller
Karena impeller berputar, fluida yang bergerak di dalam impeller memiliki kecepatan relatif terhadap permukaan blade.
Kecepatan ini disebut relative velocity:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (W) | Relative velocity of fluid to impeller blade | m/s |
Hubungan antara kecepatan absolut, kecepatan relatif, dan kecepatan impeller dinyatakan sebagai:
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (U) | Peripheral velocity of impeller | m/s |
3.3 Tangential and radial velocity components
Kecepatan absolut fluida dapat diuraikan menjadi dua komponen utama.
| Component | Description |
|---|---|
| Radial velocity (V_r) | Komponen kecepatan menuju arah radial |
| Tangential velocity (V_u) | Komponen kecepatan arah tangensial (whirl velocity) |
Komponen tangensial sangat penting karena komponen ini menentukan energi yang ditransfer oleh impeller ke fluida.
3.4 Velocity triangle at impeller inlet and outlet
Analisis energi pada pompa sentrifugal didasarkan pada velocity triangle pada inlet dan outlet impeller.

Velocity triangle menunjukkan hubungan antara:
| Velocity | Description |
|---|---|
| (U) | Peripheral velocity of impeller |
| (V) | Absolute velocity |
| (W) | Relative velocity |
| (V_u) | Tangential component |
| (V_r) | Radial component |
Perubahan komponen tangensial (V_u) antara inlet dan outlet impeller menentukan energi yang diberikan ke fluida.
4. Mechanism of Head Generation
Energi yang dihasilkan pompa sentrifugal berasal dari perubahan momentum fluida akibat interaksi dengan impeller yang berputar.
Proses ini menghasilkan peningkatan energi fluida dalam bentuk hydraulic head.
4.1 Relationship between fluid velocity and pressure
Dalam sistem fluida, energi fluida terdiri dari tiga komponen utama:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (P) | Pressure | Pa |
| (V) | Fluid velocity | m/s |
| (z) | Elevation | m |
Persamaan ini merupakan bentuk Bernoulli equation.
Ketika fluida dipercepat oleh impeller:
- energi kinetik meningkat
- sebagian energi kinetik dikonversi menjadi pressure head
4.2 Energy increase through rotating impeller
Energi diberikan ke fluida melalui perubahan momentum akibat interaksi dengan blade impeller.
Perubahan momentum fluida sebanding dengan:
- kecepatan tangensial impeller
- perubahan komponen tangensial kecepatan fluida
Peripheral velocity impeller dinyatakan sebagai:
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (U) | Peripheral velocity | m/s |
| (\omega) | Angular velocity | rad/s |
| (r) | Radius impeller | m |
Kecepatan ini meningkat dari impeller inlet ke impeller outlet karena radius bertambah.
4.3 From velocity change to hydraulic head
Energi yang diberikan ke fluida terutama berasal dari perubahan whirl velocity antara inlet dan outlet impeller.

Perubahan komponen tangensial kecepatan fluida menyebabkan perubahan energi fluida.
Perubahan energi inilah yang nantinya diformulasikan dalam Euler Pump Equation, yang akan dibahas pada section berikutnya.
centrifugal-pump-fundamentals
(Lanjutan — Response 3)
Section yang diselesaikan pada respons ini:
- 5. Euler Pump Equation
- 6. Engineering Interpretation of Pump Fundamentals
5. Euler Pump Equation
Analisis energi pada pompa sentrifugal didasarkan pada perubahan momentum sudut fluida ketika melewati impeller. Prinsip ini dirumuskan dalam Euler Pump Equation, yang merupakan model dasar mesin fluida berputar.
Persamaan ini menghubungkan:
- kecepatan impeller
- perubahan komponen tangensial kecepatan fluida
- energi yang diberikan kepada fluida
5.1 Derivation of Euler pump equation
Ketika fluida melewati impeller, terjadi perubahan angular momentum.
Menurut hukum momentum sudut:
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (T) | Torque pada impeller | N·m |
| (m_dot) | Mass flow rate | kg/s |
| (r) | Radius impeller | m |
| (V_u) | Tangential velocity component | m/s |
Daya yang diberikan kepada fluida:
Jika daya dibagi dengan laju massa fluida, diperoleh energi spesifik fluida.
Dari hubungan ini diperoleh Euler pump equation.
5.2 Euler equation for centrifugal pumps
Energi fluida yang diberikan impeller dinyatakan sebagai hydraulic head:
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (H) | Theoretical pump head | m |
| (U) | Peripheral velocity | m/s |
| (V_u) | Tangential velocity component | m/s |
| (g) | Gravitational acceleration | m/s² |
Subscript:
| Symbol | Meaning |
|---|---|
| 1 | Impeller inlet |
| 2 | Impeller outlet |
5.3 Interpretation of variables in centrifugal pump operation
Beberapa variabel dalam persamaan Euler memiliki makna fisika yang penting dalam operasi pompa.
| Variable | Engineering Meaning |
|---|---|
| (U) | Kecepatan impeller |
| (V_u) | Komponen tangensial kecepatan fluida |
| (H) | Energi fluida yang dihasilkan pompa |
Peripheral velocity impeller dihitung sebagai:
atau
di mana:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| (D) | Impeller diameter | m |
| (N) | Rotational speed | rev/s |
Semakin besar:
- diameter impeller
- kecepatan putar
maka energi yang diberikan kepada fluida semakin besar.
5.4 Theoretical head produced by the impeller
Jika aliran masuk ke impeller tanpa komponen tangensial, maka:
Sehingga persamaan Euler menjadi:
Ini menunjukkan bahwa head pompa terutama ditentukan oleh:
- peripheral velocity impeller outlet
- tangential velocity component fluida
5.5 Difference between theoretical head and actual pump head
Head yang dihitung dari persamaan Euler adalah head teoritis.
Pada pompa nyata terdapat berbagai kehilangan energi.
Sumber kehilangan utama:
| Loss Mechanism | Description |
|---|---|
| Hydraulic losses | Gesekan dalam saluran impeller |
| Shock losses | Perubahan arah aliran |
| Slip | Fluida tidak mengikuti blade secara sempurna |
Akibatnya:
Head aktual pompa biasanya dinyatakan sebagai:
| Parameter | Description |
|---|---|
| (\eta_h) | Hydraulic efficiency |
6. Engineering Interpretation of Pump Fundamentals
Persamaan Euler memberikan hubungan langsung antara geometri impeller, kecepatan rotasi, dan energi fluida.
Interpretasi ini sangat penting dalam desain dan analisis pompa.
6.1 Relationship between impeller motion and fluid head
Dari persamaan Euler dapat dilihat bahwa head pompa berbanding lurus dengan:
- kecepatan impeller
- perubahan whirl velocity
Jika kecepatan impeller meningkat:
Karena itu perubahan kecepatan pompa secara langsung mempengaruhi head yang dihasilkan.
6.2 Influence of impeller diameter and speed
Peripheral velocity impeller:
Dari hubungan ini dapat dilihat bahwa head pompa meningkat dengan:
- peningkatan diameter impeller
- peningkatan kecepatan putar
Hubungan ini merupakan dasar dari pump affinity laws yang akan dibahas pada artikel berikutnya.
6.3 Foundation for pump performance analysis
Model Euler memberikan fondasi untuk memahami beberapa karakteristik penting pompa sentrifugal.

Fenomena berikut dapat dijelaskan dari prinsip dasar ini:
- hubungan flow dan head pada pump curve
- perubahan head akibat perubahan kecepatan
- batas operasi pompa
Analisis ini akan digunakan pada artikel berikutnya:
pump-performance-curve-and-operating-point.md
yang membahas interaksi antara:
- pump curve
- system curve
- operating point
Catatan Penyusunan Artikel ini disusun sebagai materi edukasi dan referensi umum berdasarkan berbagai sumber pustaka, praktik lapangan, serta bantuan alat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lanjutan dan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sistem.