- Published on
NPSH and Cavitation in Centrifugal Pumps
- Authors
Artikel 04: NPSH and Cavitation in Centrifugal Pumps
- Artikel 04: NPSH and Cavitation in Centrifugal Pumps
- 1. Suction Conditions in Centrifugal Pumps
- 2. Net Positive Suction Head (NPSH)
- 3. NPSH Available (NPSHa)
- 4. NPSH Required (NPSHr)
- 5. Cavitation Mechanism in Centrifugal Pumps
- 6. Cavitation Operating Limits
1. Suction Conditions in Centrifugal Pumps
Kondisi pada sisi suction pompa sangat menentukan kestabilan operasi pompa sentrifugal. Berbeda dengan sisi discharge yang biasanya memiliki tekanan tinggi, tekanan pada sisi suction sering mendekati vapor pressure fluida. Jika tekanan turun terlalu rendah, fluida dapat mengalami vaporization, yang menyebabkan cavitation.
1.1 Importance of suction conditions
Kondisi suction mempengaruhi beberapa aspek penting operasi pompa.
| Parameter | Influence |
|---|---|
| Suction pressure | Menentukan energi fluida yang masuk ke impeller |
| Fluid temperature | Mempengaruhi vapor pressure |
| Suction piping losses | Mengurangi tekanan inlet pompa |
Jika tekanan pada suction terlalu rendah, fluida dapat mengalami perubahan fase dari cair menjadi uap sebelum memasuki impeller. Kondisi ini mengganggu kestabilan aliran dan dapat menyebabkan kerusakan pompa.
Dalam praktik industri, desain suction system harus memastikan bahwa tekanan fluida tetap berada di atas vapor pressure.
1.2 Pressure distribution at pump suction
Tekanan fluida pada sisi suction mengalami perubahan ketika fluida mendekati impeller.
Fluida mengalami percepatan ketika masuk ke impeller eye, sehingga tekanan statik dapat menurun akibat peningkatan velocity.

Distribusi tekanan pada sisi suction dapat diringkas sebagai:
| Location | Pressure condition |
|---|---|
| Suction pipe | Tekanan mendekati tekanan sistem |
| Impeller eye | Tekanan menurun akibat percepatan fluida |
| Impeller passage | Tekanan mulai meningkat |
Penurunan tekanan di impeller eye merupakan area paling kritis terkait cavitation.
1.3 Vapor pressure of liquid
Vapor pressure adalah tekanan di mana suatu fluida mulai berubah fase dari cair menjadi uap pada temperatur tertentu.
| Parameter | Description |
|---|---|
| Vapor pressure | Tekanan minimum sebelum cairan mulai menguap |
Hubungan penting dalam sistem pompa:
Jika:
maka cairan akan mengalami vaporization.
Vapor pressure meningkat dengan temperatur fluida.
Contoh:
| Fluid | Temperature | Vapor Pressure |
|---|---|---|
| Water | 20°C | ≈ 2.3 kPa |
| Water | 80°C | ≈ 47 kPa |
Karena itu temperatur fluida sangat mempengaruhi risiko cavitation.
2. Net Positive Suction Head (NPSH)
Untuk mencegah vaporization pada sisi suction pompa, digunakan konsep Net Positive Suction Head (NPSH).
NPSH merupakan parameter yang menggambarkan margin energi fluida terhadap kondisi vaporization.
2.1 Definition of NPSH
Net Positive Suction Head adalah head fluida yang tersedia di atas vapor pressure pada inlet pompa.
Secara umum:
| Parameter | Description |
|---|---|
| P_absolute | Tekanan absolut pada suction |
| P_vapor | Vapor pressure fluida |
NPSH menunjukkan seberapa jauh tekanan fluida dari kondisi vaporization.
2.2 Physical meaning of NPSH
Secara fisika, NPSH adalah energi tambahan di atas vapor pressure yang mencegah terbentuknya gelembung uap.
Jika NPSH cukup besar:
- fluida tetap dalam fase cair
- aliran stabil di impeller inlet
Jika NPSH terlalu kecil:
- tekanan fluida mendekati vapor pressure
- cavitation dapat terjadi
Dengan demikian NPSH dapat dipahami sebagai safety margin terhadap cavitation.
2.3 Representation of NPSH in pump systems
Dalam analisis sistem pompa terdapat dua jenis NPSH:
| Parameter | Meaning |
|---|---|
| NPSHa | NPSH Available (tersedia pada sistem) |
| NPSHr | NPSH Required (dibutuhkan oleh pompa) |
Perbandingan kedua nilai ini menentukan apakah pompa akan mengalami cavitation atau tidak.
Dalam desain sistem pompa, kondisi yang harus dipenuhi adalah:
Konsep ini akan dibahas lebih lanjut pada section berikutnya.
3. NPSH Available (NPSHa)
Dalam sistem pompa nyata, nilai NPSH yang tersedia ditentukan oleh kondisi hidraulik pada sisi suction. Nilai ini disebut Net Positive Suction Head Available (NPSHa).
3.1 Definition of NPSHa
NPSHa adalah head aktual yang tersedia pada inlet pompa di atas vapor pressure fluida.
NPSHa menggambarkan kondisi energi fluida yang benar-benar tersedia pada sistem suction sebelum fluida memasuki impeller.
| Parameter | Meaning |
|---|---|
| NPSHa | Head yang tersedia pada suction pompa |
| Vapor pressure head | Batas energi minimum sebelum vaporization |
Jika nilai NPSHa terlalu kecil, tekanan fluida dapat turun hingga mencapai vapor pressure sehingga cavitation dapat terjadi.
3.2 Components affecting NPSHa
Beberapa komponen sistem mempengaruhi besarnya NPSHa.
| Component | Influence |
|---|---|
| Static suction head | Head akibat elevasi tangki terhadap pompa |
| Suction pressure | Tekanan absolut fluida pada suction |
| Vapor pressure | Tekanan uap fluida pada temperatur tertentu |
| Suction line losses | Kehilangan energi pada suction piping |
Secara umum NPSHa meningkat jika:
- elevasi sumber fluida lebih tinggi dari pompa
- tekanan sistem lebih tinggi
- losses pada suction piping kecil
3.3 Calculation model for NPSHa
Model umum untuk menghitung NPSHa adalah:
| Parameter | Description | Unit |
|---|---|---|
| P_suction | Absolute pressure at suction | Pa |
| V | Fluid velocity | m/s |
| P_vapor | Vapor pressure of fluid | Pa |
| h_loss | Suction piping losses | m |
Persamaan ini menunjukkan bahwa NPSHa merupakan hasil dari:
- tekanan fluida yang tersedia
- dikurangi energi yang hilang sebelum fluida memasuki impeller
3.4 Influence of operating conditions on NPSHa
Beberapa kondisi operasi dapat mempengaruhi nilai NPSHa secara signifikan.
Fluid temperature
Temperatur yang lebih tinggi meningkatkan vapor pressure fluida.
Akibatnya:
Risiko cavitation meningkat.
Tank elevation
Jika tangki sumber berada lebih tinggi dari pompa:
- static suction head meningkat
- NPSHa meningkat
Sebaliknya jika pompa berada lebih tinggi dari sumber fluida, NPSHa akan berkurang.
Suction piping losses
Loss pada suction piping disebabkan oleh:
- panjang pipa
- diameter pipa kecil
- banyak fitting
Loss yang besar akan mengurangi tekanan fluida sebelum memasuki impeller sehingga menurunkan NPSHa.
4. NPSH Required (NPSHr)
Selain NPSHa yang ditentukan oleh sistem, setiap pompa memiliki kebutuhan minimum NPSH agar dapat beroperasi tanpa cavitation. Nilai ini disebut NPSH Required (NPSHr).
4.1 Definition of NPSHr
NPSHr adalah head minimum yang dibutuhkan pompa pada inlet agar aliran di dalam impeller tetap stabil tanpa terjadi cavitation yang signifikan.
| Parameter | Description |
|---|---|
| NPSHr | Head minimum yang dibutuhkan pompa |
Jika:
maka pompa akan mengalami cavitation.
4.2 Determination of NPSHr from pump testing
Nilai NPSHr tidak dihitung secara teoritis, tetapi diperoleh melalui pengujian performa pompa oleh manufacturer.
Dalam pengujian tersebut:
- tekanan inlet pompa secara bertahap diturunkan
- performa pompa diukur
Nilai NPSHr biasanya ditentukan pada kondisi ketika terjadi penurunan head sebesar 3% akibat cavitation.
Metode ini dikenal sebagai:
3% head drop criterion
4.3 Relationship between NPSHr and flow rate
NPSHr tidak konstan dan berubah terhadap flow rate pompa.
Karakteristik umum:
| Flow | NPSHr |
|---|---|
| Flow kecil | NPSHr rendah |
| Flow meningkat | NPSHr meningkat |
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kecepatan fluida pada impeller inlet.
4.4 Representation of NPSHr on pump performance data
Manufacturer biasanya menyediakan kurva NPSHr pada pump performance data.



Kurva ini digunakan oleh engineer untuk memastikan bahwa:
pada kondisi operasi pompa.
5. Cavitation Mechanism in Centrifugal Pumps
Cavitation adalah fenomena terbentuknya dan runtuhnya gelembung uap dalam fluida akibat tekanan lokal yang turun di bawah vapor pressure fluida. Fenomena ini sering terjadi pada sisi inlet pompa sentrifugal karena tekanan di area tersebut relatif rendah.
5.1 Condition for vapor bubble formation
Pembentukan gelembung uap terjadi ketika tekanan lokal fluida lebih rendah dari vapor pressure pada temperatur tertentu.
| Parameter | Description |
|---|---|
| P_local | Tekanan lokal fluida |
| P_vapor | Vapor pressure fluida |
Jika kondisi ini terpenuhi, cairan akan mulai mengalami phase change menjadi uap.
Fenomena ini dapat terjadi pada:
- suction piping
- impeller eye
- bagian aliran dengan percepatan tinggi
5.2 Formation of vapor bubbles at impeller inlet
Area yang paling sering mengalami cavitation adalah impeller eye, yaitu bagian inlet impeller tempat fluida pertama kali memasuki impeller.

Beberapa faktor yang menyebabkan tekanan rendah pada impeller inlet:
| Factor | Influence |
|---|---|
| Percepatan fluida | Meningkatkan velocity head |
| Geometri impeller | Mengubah distribusi tekanan |
| Suction losses | Mengurangi tekanan inlet |
Akibatnya tekanan statik dapat turun hingga mencapai vapor pressure fluida.
5.3 Collapse of vapor bubbles inside the pump
Setelah terbentuk pada impeller inlet, gelembung uap terbawa aliran menuju area dengan tekanan lebih tinggi.
Ketika tekanan lokal meningkat kembali:
gelembung uap akan collapse secara tiba-tiba.
Proses collapse ini menghasilkan:
- microjet berkecepatan tinggi
- shock wave lokal
Tekanan lokal yang dihasilkan dapat mencapai nilai sangat tinggi sehingga menyebabkan kerusakan pada permukaan impeller.
5.4 Effects of cavitation on pump performance
Cavitation memiliki beberapa dampak negatif terhadap performa pompa.
| Effect | Description |
|---|---|
| Penurunan head | Energi pompa hilang akibat aliran tidak stabil |
| Penurunan efisiensi | Distribusi aliran menjadi tidak seragam |
| Getaran pompa | Fluktuasi tekanan dalam impeller |
| Kerusakan material | Erosi pada permukaan impeller |
Dalam kondisi berat, cavitation dapat menyebabkan:
- pitting pada impeller
- kerusakan casing
- kegagalan mekanis komponen pompa
6. Cavitation Operating Limits
Untuk mencegah cavitation, kondisi operasi pompa harus memastikan bahwa tekanan fluida pada suction tetap berada di atas vapor pressure.
Parameter utama yang digunakan untuk menentukan batas operasi adalah perbandingan antara NPSHa dan NPSHr.
6.1 Relationship between NPSHa and NPSHr
Kondisi operasi aman terhadap cavitation adalah:
| Parameter | Meaning |
|---|---|
| NPSHa | NPSH tersedia pada sistem |
| NPSHr | NPSH minimum yang dibutuhkan pompa |
Jika kondisi ini tidak terpenuhi, pompa akan mengalami cavitation.
6.2 Cavitation margin
Dalam praktik industri, biasanya diberikan margin keamanan antara NPSHa dan NPSHr.
Cavitation margin biasanya dinyatakan sebagai:
Beberapa standar industri merekomendasikan margin tertentu, misalnya:
| Guideline | Typical Margin |
|---|---|
| Industrial practice | 10–30% di atas NPSHr |
Margin ini memberikan toleransi terhadap variasi kondisi operasi.
6.3 Influence of operating conditions on cavitation risk
Risiko cavitation dipengaruhi oleh beberapa kondisi operasi.
Flow rate
Ketika flow meningkat:
- velocity di suction meningkat
- losses meningkat
Akibatnya NPSHa dapat menurun.
Fluid temperature
Temperatur yang lebih tinggi meningkatkan vapor pressure.
Hal ini meningkatkan risiko cavitation.
6.4 Operating limits for cavitation-free pump operation
Untuk menghindari cavitation, beberapa prinsip desain dan operasi biasanya diterapkan:
| Design Principle | Objective |
|---|---|
| Menjaga NPSHa > NPSHr | Menghindari vaporization |
| Mengurangi suction losses | Meningkatkan tekanan inlet |
| Menjaga temperatur fluida | Mengontrol vapor pressure |
Dalam sistem industri, desain suction piping biasanya mempertimbangkan:
- pipa suction lebih pendek
- diameter pipa lebih besar
- jumlah fitting minimal
Tujuannya adalah menjaga tekanan fluida tetap cukup tinggi sebelum memasuki impeller.
Catatan Penyusunan Artikel ini disusun sebagai materi edukasi dan referensi umum berdasarkan berbagai sumber pustaka, praktik lapangan, serta bantuan alat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lanjutan dan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sistem.