Mx
Published on

NPSH and Cavitation in Centrifugal Pumps

Authors

Artikel 04: NPSH and Cavitation in Centrifugal Pumps



1. Suction Conditions in Centrifugal Pumps

Kondisi pada sisi suction pompa sangat menentukan kestabilan operasi pompa sentrifugal. Berbeda dengan sisi discharge yang biasanya memiliki tekanan tinggi, tekanan pada sisi suction sering mendekati vapor pressure fluida. Jika tekanan turun terlalu rendah, fluida dapat mengalami vaporization, yang menyebabkan cavitation.


1.1 Importance of suction conditions

Kondisi suction mempengaruhi beberapa aspek penting operasi pompa.

ParameterInfluence
Suction pressureMenentukan energi fluida yang masuk ke impeller
Fluid temperatureMempengaruhi vapor pressure
Suction piping lossesMengurangi tekanan inlet pompa

Jika tekanan pada suction terlalu rendah, fluida dapat mengalami perubahan fase dari cair menjadi uap sebelum memasuki impeller. Kondisi ini mengganggu kestabilan aliran dan dapat menyebabkan kerusakan pompa.

Dalam praktik industri, desain suction system harus memastikan bahwa tekanan fluida tetap berada di atas vapor pressure.


1.2 Pressure distribution at pump suction

Tekanan fluida pada sisi suction mengalami perubahan ketika fluida mendekati impeller.

Fluida mengalami percepatan ketika masuk ke impeller eye, sehingga tekanan statik dapat menurun akibat peningkatan velocity.

Image

Image

Distribusi tekanan pada sisi suction dapat diringkas sebagai:

LocationPressure condition
Suction pipeTekanan mendekati tekanan sistem
Impeller eyeTekanan menurun akibat percepatan fluida
Impeller passageTekanan mulai meningkat

Penurunan tekanan di impeller eye merupakan area paling kritis terkait cavitation.


1.3 Vapor pressure of liquid

Vapor pressure adalah tekanan di mana suatu fluida mulai berubah fase dari cair menjadi uap pada temperatur tertentu.

ParameterDescription
Vapor pressureTekanan minimum sebelum cairan mulai menguap

Hubungan penting dalam sistem pompa:

Jika:

PfluidPvaporP_{fluid} \le P_{vapor}

maka cairan akan mengalami vaporization.

Vapor pressure meningkat dengan temperatur fluida.

Contoh:

FluidTemperatureVapor Pressure
Water20°C≈ 2.3 kPa
Water80°C≈ 47 kPa

Karena itu temperatur fluida sangat mempengaruhi risiko cavitation.


2. Net Positive Suction Head (NPSH)

Untuk mencegah vaporization pada sisi suction pompa, digunakan konsep Net Positive Suction Head (NPSH).

NPSH merupakan parameter yang menggambarkan margin energi fluida terhadap kondisi vaporization.


2.1 Definition of NPSH

Net Positive Suction Head adalah head fluida yang tersedia di atas vapor pressure pada inlet pompa.

Secara umum:

NPSH=Pabsoluteρg+V22gPvaporρgNPSH = \frac{P_{absolute}}{\rho g} + \frac{V^2}{2g} - \frac{P_{vapor}}{\rho g}
ParameterDescription
P_absoluteTekanan absolut pada suction
P_vaporVapor pressure fluida

NPSH menunjukkan seberapa jauh tekanan fluida dari kondisi vaporization.


2.2 Physical meaning of NPSH

Secara fisika, NPSH adalah energi tambahan di atas vapor pressure yang mencegah terbentuknya gelembung uap.

Jika NPSH cukup besar:

  • fluida tetap dalam fase cair
  • aliran stabil di impeller inlet

Jika NPSH terlalu kecil:

  • tekanan fluida mendekati vapor pressure
  • cavitation dapat terjadi

Dengan demikian NPSH dapat dipahami sebagai safety margin terhadap cavitation.


2.3 Representation of NPSH in pump systems

Dalam analisis sistem pompa terdapat dua jenis NPSH:

ParameterMeaning
NPSHaNPSH Available (tersedia pada sistem)
NPSHrNPSH Required (dibutuhkan oleh pompa)

Perbandingan kedua nilai ini menentukan apakah pompa akan mengalami cavitation atau tidak.

Image

Image

Dalam desain sistem pompa, kondisi yang harus dipenuhi adalah:

NPSHA>NPSHRNPSH_A > NPSH_R

Konsep ini akan dibahas lebih lanjut pada section berikutnya.


3. NPSH Available (NPSHa)

Dalam sistem pompa nyata, nilai NPSH yang tersedia ditentukan oleh kondisi hidraulik pada sisi suction. Nilai ini disebut Net Positive Suction Head Available (NPSHa).


3.1 Definition of NPSHa

NPSHa adalah head aktual yang tersedia pada inlet pompa di atas vapor pressure fluida.

NPSHa menggambarkan kondisi energi fluida yang benar-benar tersedia pada sistem suction sebelum fluida memasuki impeller.

ParameterMeaning
NPSHaHead yang tersedia pada suction pompa
Vapor pressure headBatas energi minimum sebelum vaporization

Jika nilai NPSHa terlalu kecil, tekanan fluida dapat turun hingga mencapai vapor pressure sehingga cavitation dapat terjadi.


3.2 Components affecting NPSHa

Beberapa komponen sistem mempengaruhi besarnya NPSHa.

ComponentInfluence
Static suction headHead akibat elevasi tangki terhadap pompa
Suction pressureTekanan absolut fluida pada suction
Vapor pressureTekanan uap fluida pada temperatur tertentu
Suction line lossesKehilangan energi pada suction piping

Secara umum NPSHa meningkat jika:

  • elevasi sumber fluida lebih tinggi dari pompa
  • tekanan sistem lebih tinggi
  • losses pada suction piping kecil

3.3 Calculation model for NPSHa

Model umum untuk menghitung NPSHa adalah:

NPSHA=Psuctionρg+V22gP_vaporρgh_lossNPSH*A = \frac{P*{suction}}{\rho g} + \frac{V^2}{2g} - \frac{P\_{vapor}}{\rho g} - h\_{loss}
ParameterDescriptionUnit
P_suctionAbsolute pressure at suctionPa
VFluid velocitym/s
P_vaporVapor pressure of fluidPa
h_lossSuction piping lossesm

Persamaan ini menunjukkan bahwa NPSHa merupakan hasil dari:

  • tekanan fluida yang tersedia
  • dikurangi energi yang hilang sebelum fluida memasuki impeller

3.4 Influence of operating conditions on NPSHa

Beberapa kondisi operasi dapat mempengaruhi nilai NPSHa secara signifikan.

Fluid temperature

Temperatur yang lebih tinggi meningkatkan vapor pressure fluida.

Akibatnya:

PvaporNPSHAP_{vapor} ↑ \Rightarrow NPSH_A ↓

Risiko cavitation meningkat.


Tank elevation

Jika tangki sumber berada lebih tinggi dari pompa:

  • static suction head meningkat
  • NPSHa meningkat

Sebaliknya jika pompa berada lebih tinggi dari sumber fluida, NPSHa akan berkurang.


Suction piping losses

Loss pada suction piping disebabkan oleh:

  • panjang pipa
  • diameter pipa kecil
  • banyak fitting

Loss yang besar akan mengurangi tekanan fluida sebelum memasuki impeller sehingga menurunkan NPSHa.


4. NPSH Required (NPSHr)

Selain NPSHa yang ditentukan oleh sistem, setiap pompa memiliki kebutuhan minimum NPSH agar dapat beroperasi tanpa cavitation. Nilai ini disebut NPSH Required (NPSHr).


4.1 Definition of NPSHr

NPSHr adalah head minimum yang dibutuhkan pompa pada inlet agar aliran di dalam impeller tetap stabil tanpa terjadi cavitation yang signifikan.

ParameterDescription
NPSHrHead minimum yang dibutuhkan pompa

Jika:

NPSHA<NPSHRNPSH_A < NPSH_R

maka pompa akan mengalami cavitation.


4.2 Determination of NPSHr from pump testing

Nilai NPSHr tidak dihitung secara teoritis, tetapi diperoleh melalui pengujian performa pompa oleh manufacturer.

Dalam pengujian tersebut:

  • tekanan inlet pompa secara bertahap diturunkan
  • performa pompa diukur

Nilai NPSHr biasanya ditentukan pada kondisi ketika terjadi penurunan head sebesar 3% akibat cavitation.

Metode ini dikenal sebagai:

3% head drop criterion


4.3 Relationship between NPSHr and flow rate

NPSHr tidak konstan dan berubah terhadap flow rate pompa.

Karakteristik umum:

FlowNPSHr
Flow kecilNPSHr rendah
Flow meningkatNPSHr meningkat

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kecepatan fluida pada impeller inlet.


4.4 Representation of NPSHr on pump performance data

Manufacturer biasanya menyediakan kurva NPSHr pada pump performance data.

Image

Image

Image

Kurva ini digunakan oleh engineer untuk memastikan bahwa:

NPSHA>NPSHRNPSH_A > NPSH_R

pada kondisi operasi pompa.


5. Cavitation Mechanism in Centrifugal Pumps

Cavitation adalah fenomena terbentuknya dan runtuhnya gelembung uap dalam fluida akibat tekanan lokal yang turun di bawah vapor pressure fluida. Fenomena ini sering terjadi pada sisi inlet pompa sentrifugal karena tekanan di area tersebut relatif rendah.


5.1 Condition for vapor bubble formation

Pembentukan gelembung uap terjadi ketika tekanan lokal fluida lebih rendah dari vapor pressure pada temperatur tertentu.

PlocalPvaporP_{local} \le P_{vapor}
ParameterDescription
P_localTekanan lokal fluida
P_vaporVapor pressure fluida

Jika kondisi ini terpenuhi, cairan akan mulai mengalami phase change menjadi uap.

Fenomena ini dapat terjadi pada:

  • suction piping
  • impeller eye
  • bagian aliran dengan percepatan tinggi

5.2 Formation of vapor bubbles at impeller inlet

Area yang paling sering mengalami cavitation adalah impeller eye, yaitu bagian inlet impeller tempat fluida pertama kali memasuki impeller.

Image

Image

Image

Beberapa faktor yang menyebabkan tekanan rendah pada impeller inlet:

FactorInfluence
Percepatan fluidaMeningkatkan velocity head
Geometri impellerMengubah distribusi tekanan
Suction lossesMengurangi tekanan inlet

Akibatnya tekanan statik dapat turun hingga mencapai vapor pressure fluida.


5.3 Collapse of vapor bubbles inside the pump

Setelah terbentuk pada impeller inlet, gelembung uap terbawa aliran menuju area dengan tekanan lebih tinggi.

Ketika tekanan lokal meningkat kembali:

Plocal>PvaporP_{local} > P_{vapor}

gelembung uap akan collapse secara tiba-tiba.

Proses collapse ini menghasilkan:

  • microjet berkecepatan tinggi
  • shock wave lokal

Tekanan lokal yang dihasilkan dapat mencapai nilai sangat tinggi sehingga menyebabkan kerusakan pada permukaan impeller.


5.4 Effects of cavitation on pump performance

Cavitation memiliki beberapa dampak negatif terhadap performa pompa.

EffectDescription
Penurunan headEnergi pompa hilang akibat aliran tidak stabil
Penurunan efisiensiDistribusi aliran menjadi tidak seragam
Getaran pompaFluktuasi tekanan dalam impeller
Kerusakan materialErosi pada permukaan impeller

Dalam kondisi berat, cavitation dapat menyebabkan:

  • pitting pada impeller
  • kerusakan casing
  • kegagalan mekanis komponen pompa

6. Cavitation Operating Limits

Untuk mencegah cavitation, kondisi operasi pompa harus memastikan bahwa tekanan fluida pada suction tetap berada di atas vapor pressure.

Parameter utama yang digunakan untuk menentukan batas operasi adalah perbandingan antara NPSHa dan NPSHr.


6.1 Relationship between NPSHa and NPSHr

Kondisi operasi aman terhadap cavitation adalah:

NPSHA>NPSHRNPSH_A > NPSH_R
ParameterMeaning
NPSHaNPSH tersedia pada sistem
NPSHrNPSH minimum yang dibutuhkan pompa

Jika kondisi ini tidak terpenuhi, pompa akan mengalami cavitation.


6.2 Cavitation margin

Dalam praktik industri, biasanya diberikan margin keamanan antara NPSHa dan NPSHr.

Cavitation margin biasanya dinyatakan sebagai:

Margin=NPSHANPSHRMargin = NPSH_A - NPSH_R

Beberapa standar industri merekomendasikan margin tertentu, misalnya:

GuidelineTypical Margin
Industrial practice10–30% di atas NPSHr

Margin ini memberikan toleransi terhadap variasi kondisi operasi.


6.3 Influence of operating conditions on cavitation risk

Risiko cavitation dipengaruhi oleh beberapa kondisi operasi.

Flow rate

Ketika flow meningkat:

  • velocity di suction meningkat
  • losses meningkat

Akibatnya NPSHa dapat menurun.


Fluid temperature

Temperatur yang lebih tinggi meningkatkan vapor pressure.

PvaporNPSHAP_{vapor} ↑ \Rightarrow NPSH_A ↓

Hal ini meningkatkan risiko cavitation.


6.4 Operating limits for cavitation-free pump operation

Untuk menghindari cavitation, beberapa prinsip desain dan operasi biasanya diterapkan:

Design PrincipleObjective
Menjaga NPSHa > NPSHrMenghindari vaporization
Mengurangi suction lossesMeningkatkan tekanan inlet
Menjaga temperatur fluidaMengontrol vapor pressure

Dalam sistem industri, desain suction piping biasanya mempertimbangkan:

  • pipa suction lebih pendek
  • diameter pipa lebih besar
  • jumlah fitting minimal

Tujuannya adalah menjaga tekanan fluida tetap cukup tinggi sebelum memasuki impeller.


Catatan Penyusunan Artikel ini disusun sebagai materi edukasi dan referensi umum berdasarkan berbagai sumber pustaka, praktik lapangan, serta bantuan alat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lanjutan dan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sistem.