- Published on
PROSEDUR PENGGANTIAN LINER COMPRESSOR C-412
- Authors
PROSEDUR PENGGANTIAN LINER COMPRESSOR C-412
- PROSEDUR PENGGANTIAN LINER COMPRESSOR C-412
- A. Persiapan
- B. Melepas Liner Compressor
- C. Pemasangan / Mengganti Liner
- D. Langkah Akhir
1. Identitas Dokumen
- Judul: Penggantian Liner Compressor C-412
- Nomor Dokumen: 013/IK-02-023/2026/00
- Revisi: 0
- Area/Unit: Octanol/Area 400
- Tag Equipment: Compressor C-412 (Reciprocating)
- Sistem Terkait: Suction System, Discharge System, Lubrication System, Drive Motor
- Disusun oleh: Cipto Hadi
- Direview oleh: M. Amirullah
- Disetujui oleh: Aditya P.
Referensi Wajib:
- OEM Manual Compressor C-412
- P&ID Sistem Suction–Discharge
- Risk Register RBM Unit
- Job Description RBM – Rotating
2. Tujuan dan Ruang Lingkup
2.1 Tujuan
Menjamin penggantian liner Compressor C-412 dilakukan tanpa menciptakan risiko baru terhadap:
- Mechanical integrity cylinder
- Risiko Loss of Containment
- Secondary damage (piston–rod–crank)
- Gangguan kontinuitas operasi
2.2 Ruang Lingkup
Termasuk:
- Persiapan material & tools
- Pelepasan liner
- Pemasangan liner
- Verifikasi clearance & reassembly
Tidak termasuk:
- Modifikasi desain cylinder
- Perubahan interference design
- Operasi di luar envelope desain
Kondisi awal:
- Compressor stop & isolated
Kondisi akhir:
- Compressor siap commissioning sesuai batas desain
3. Konteks RBM & Risiko Rotating Equipment
3.1 Klasifikasi Aset
☐ Critical Rotating ☐ Non-Critical Rotating
Dampak kegagalan:
- Safety: potensi rupture cylinder & gas release
- Environment: potensi kebocoran gas proses
- Continuity: trip compressor & downstream upset
3.2 Risiko Utama Penggantian Liner


Failure Chain:
Root physical mechanism → Interference salah / thermal stress / misalignment
Load/stress condition → Hoop stress tinggi + siklus tekanan kompresi
Operational trigger → Shrinkage tidak cukup / bore kotor / jack tidak center
System consequence → Seizure piston / crack cylinder / rod bending
Safety implication → Loss of containment → Fire/Explosion (HC) / Toxic (NH₃)
IK ini adalah pengunci risiko tersebut.
4. Persyaratan Personel
- Pelaksana minimum: Teknisi Rotating Level W/I
- Pengawasan: Foreman Rotating
- Otorisasi teknis: Supervisor / Engineer
Engineer wajib hadir jika:
- Aset dikategorikan critical
- Ditemukan scoring bore
- Clearance berubah dari baseline
- Shrinkage tidak tercapai
Teknisi tidak berwenang menerima deviasi interference.
5. Tools & System Integrity Requirement
5.1 Tools
- Hydraulic jack
- Special liner extractor/installer
- Dry ice + styrofoam
- Torque wrench (kalibrasi valid)
- Inside micrometer / bore gauge
- Feeler gauge
- Special tools C-412
- Kunci pas ring 1 set (19, 22, 24, 27, 30, 32, 36, 41, 46, 50, 55) dll.
5.2 Material
- Liner baru
- Oli tahan temperatur dingin (Mobil Gargoyle Arctic SHC TM226E / NH3 oil)
- Piston ring dan rider ring C-412
- Idemitzu mechanic oil 100
🚫 Dilarang substitusi tanpa persetujuan Engineer.
6. SHE & Process Safety Constraint
- LOTO mekanik & elektrik mandatory
- Verifikasi tekanan 0 bar suction & discharge
- Flushing line dalam cylinder (tidak ada gas berbahaya dalam system compressor)
- Permit to Work wajib
- Koordinasi dengan CCR sebelum pembongkaran
- Area kerja bersih & terkendali
Stored energy harus dinyatakan nol sebelum pelepasan head.
7. Execution Sequence dengan Risk Gate
A. Persiapan
- a. Pastikan semua material tersedia.
- b. Persiapkan tools (dry ice, condensate line, hydraulic jack, special tools, kunci pas ring 19, 22, 24, 27, 30, 32, 36, 41, 46, 50, 55 dll).


- c. Siapkan dry ice & styrofoam.
- d. Bersihkan liner dari grease & benda asing.
- e. Beri tanda Top/Bottom sepanjang liner (punch agar tidak hilang saat dimasukkan dry ice).
- f. Beri tanda Top / bottom sisi depan cylinder.
- g. Ukur diameter liner sebelum direndam dry ice.

🔎 Risk Gate 1 — Sebelum Pendinginan
- Dimensi dan clearance dicatat di check list compressor C-412
- Tidak ada visual defect liner
- Alat ukur tervalidasi
Jika defect ditemukan → STOP & eskalasi.
B. Melepas Liner Compressor
- a. Pastikan power stop & LOTO.
- b. Lepas cover head.
![image] (tambahkan "Picture3.png")
- c. Lepas valve suction & discharge.
- d. Lepas piston assembly & piston rod.
- e. Lepas stuffing box (bila perlu).
- f. Bersihkan area cylinder.
- g. Beri tanda Top / bottom sisi depan cylinder.
- h. Pasang tools pelepas piston.

- i. Rendam liner dengan dry ice ±3–4 jam. Catat penyusutan (target ±0.15 mm).
- j. Gantikan line cooling jacket dengan condensate (Kurang Dari 150 °C).
- k. Tarik liner dengan hydraulic jack perlahan hingga keluar.
🔎 Risk Gate 2 — Saat Pelepasan
- Shrinkage tercapai sesuai target (±0.15 mm).
- Tidak ada binding ekstrem.
- Cylinder tidak overheating (Kurang Dari 150 °C).
- Tidak ada scoring bore.
Jika:
- Shrinkage < target
- Jack tidak center
- Bore tergores
➡️ WAJIB STOP & eskalasi.
C. Pemasangan / Mengganti Liner
- a. Bersihkan cylinder bore.
- b. Raba & amplas ringan bila perlu (tanpa mengubah interference design).
- c. Ukur diameter dalam cylinder.
- d. Tandai posisi liner & cylinder.
- e. Pasang tools pemasangan.

- f. Rendam liner dengan dry ice ±3–4 jam (catat shrinkage).
- g. Gantikan line cooling jacket dengan condensate (Kurang Dari 150 °C).
- h. Olesi oli tahan temperatur dingin.
- i. Masukkan liner (pastikan OD Liner < ID Cylinder) (±0.15 mm).
- j. Tekan perlahan dengan hydraulic jack hingga posisi yang ditentukan (sesuai tanda).
🔎 Risk Gate 3 — Saat Pemasangan
Validasi:
- Tidak ada abnormal resistance
- Liner tidak cocked
- Interference tercapai merata
- Tidak ada retak / crack suara abnormal
Jika liner macet di tengah → Dilarang memaksa masuk → STOP & eskalasi.
D. Langkah Akhir
- a. Lepas tools.
- b. Bersihkan area.
- c. Check stuffing box (ganti jika rusak).
- d. Pasang piston assembly & rod.
- e. Check clearance piston top & bottom.
- f. Pasang valve suction & discharge.
- g. Pasang cover head.
- h. Bersihkan area kerja.
🔎 Risk Gate 4 — Clearance Verification
- Dimensi dan clearance dicatat di check list compressor C-412
- Clearance piston within OEM spec
- Rod alignment normal
- Tidak ada interference manual turning
Jika clearance abnormal → STOP sebelum start-up.
8. Risk Trigger & Mandatory Stop-Work
WAJIB STOP jika:
- Shrinkage tidak mencapai target
- Bore scoring signifikan
- Crack hairline ditemukan
- Clearance berubah signifikan
- Liner tidak masuk uniform
- Baut critical gagal torque
Tidak ada “lanjut dulu”.
9. Escalation & Decision Boundary
Boleh oleh teknisi:
- Pembersihan ringan
- Pengukuran ulang
Wajib eskalasi:
- Deviasi interference
- Reuse part dengan defect
- Perubahan metode pendinginan
- Amplas yang mempengaruhi dimensi
Jalur: Foreman → Supervisor → Engineer → Superintendent
10. Quality Check & Acceptance
Sebelum dinyatakan selesai:
- Clearance sesuai OEM
- Torque sesuai spesifikasi
- Visual check bore OK
- Turning manual smooth
- Baseline vibration saat start dicatat
Acceptance hanya oleh Supervisor/Engineer.
11. Dokumentasi & Feedback RBM
Wajib dicatat:
- Diameter awal & akhir liner
- Nilai shrinkage aktual
- Clearance piston aktual
- Deviasi yang ditemukan
- Waktu pengerjaan
Data dimasukkan ke histori aset & evaluation loop RBM.
12. RBM Lock Statement
IK/WI Penggantian Liner Compressor C-412 ini adalah:
Pengunci pengendalian risiko mechanical integrity cylinder dan continuity proses.
Pelanggaran terhadap:
- Risk trigger
- Stop-work
- Escalation
dianggap sebagai pelanggaran pengendalian risiko RBM, bukan sekadar kesalahan teknis.
Catatan Penyusunan Artikel ini disusun sebagai materi edukasi dan referensi umum berdasarkan berbagai sumber pustaka, praktik lapangan, serta bantuan alat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi lanjutan dan penyesuaian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sistem.