Artikel ini menyajikan panduan teknis tentang penerapan sistem tiering dalam Risk-Based Maintenance (RBM) khusus untuk insinyur perencana di industri petrokimia. Tier berfungsi sebagai klasifikasi taktis untuk membedakan prioritas evaluasi, frekuensi inspeksi, dan alokasi sumber daya berdasarkan fungsi operasional serta dampak kegagalan. Dibahas mulai dari konsep dasar, faktor penentu, implementasi di lapangan (termasuk studi kasus PT PON), hingga penyusunan template evaluasi. Artikel ini juga menghubungkan tier dengan grading ESC dan strategi PPC-TBM, menjadikannya referensi praktis dan terstruktur bagi tim perencana dalam menyusun program pemeliharaan berbasis risiko yang efisien dan adaptif.