Mx

Shaft

  • Published on
    Artikel ini menjelaskan dasar transmisi daya pada shaft dalam rotating equipment. Pembahasan mencakup perhitungan torsi shaft, tegangan akibat kombinasi torsion dan bending, mekanisme transfer torsi melalui key dan keyway, serta konsep critical speed pada sistem rotor. Pemahaman terhadap parameter tersebut penting untuk mengevaluasi beban mekanis pada shaft, mencegah kegagalan fatigue, serta menjaga keandalan operasi pada pompa, kompresor, dan gearbox. Dengan memahami hubungan antara torsi, tegangan shaft, dan dinamika rotor, engineer dan teknisi dapat lebih cepat mengidentifikasi potensi kerusakan dan memastikan mesin beroperasi pada kondisi yang aman.
  • Published on
    Dalam industri petrokimia, keandalan peralatan berputar seperti motor listrik merupakan kunci utama bagi kontinuitas operasi. Salah satu permasalahan yang kerap terjadi adalah keausan pada shaft, khususnya di area dudukan bearing. Perbaikan yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan berulang, downtime yang mahal, dan risiko keselamatan. Artikel ini disusun sebagai referensi teknis terpadu bagi para insinyur pemeliharaan untuk menangani kasus shaft aus pada motor horizontal berdaya 110 kW dengan ball bearing, mencakup metode perbaikan, kriteria pemilihan, toleransi teknis, dan acuan standar industri yang relevan untuk menjamin keandalan jangka panjang.
  • Published on
    Artikel ini memberikan gambaran umum mengenai equipment Air Fin Cooler, mulai dari jenis AFC, Standard yang digunakan pada industri petrokimia sampai dengan penyebab kegagalan pada part equipment yakni shaft yang didukung dengan analisis kegagalan komponen