- Published on
Artikel ini membahas fenomena fouling pada shell & tube heat exchanger sebagai penyebab utama penurunan performa termal dan peningkatan beban sistem. Dibahas secara sistematis hubungan antara kenaikan differential pressure, deviasi temperatur outlet, dan peningkatan arus motor pompa sebagai indikator dini degradasi heat transfer. Analisis mencakup konteks sistem, interaksi lintas disiplin, serta gap terhadap standar TEMA, API 660, dan ASME Section VIII. Ditekankan pentingnya verifikasi data instrument, trending parameter kunci, serta pendekatan preventive berbasis kondisi (condition-based cleaning). Artikel ini menempatkan fouling sebagai risiko reliability dan safety yang harus dikendalikan melalui monitoring terstruktur dan evaluasi kapasitas operasi.