- Published on
Modul 3 menempatkan Risk-Based Maintenance (RBM) sebagai strategi pemeliharaan praktis dan dapat diaudit, bukan sekadar konsep teoritis. Modul ini menunjukkan bagaimana keputusan berbasis risiko (hasil Modul 2) diterjemahkan menjadi pemilihan metode pemeliharaan, penentuan interval, fokus evaluasi, dan alokasi sumber daya. Studi kasus PT Petro Oxo Nusantara membuktikan bahwa RBM bekerja sebagai kerangka seleksi strategi—bukan pengganti TBM, CBM, atau PdM—serta melahirkan pendekatan Preventive–Adaptive TBM yang responsif terhadap kondisi nyata. Dengan tiering aset, evaluation loop, dan perencanaan 5M, RBM berfungsi sebagai sistem kerja hidup sekaligus alat training dan disiplin operasional.