Mx

All Posts

  • Published on
    nspection cable gland dan termination adalah aktivitas preventive yang berdampak langsung pada reliability dan keselamatan sistem listrik serta instrumentasi. Loose termination meningkatkan resistansi kontak, memicu I²R losses, hotspot, degradasi isolasi, hingga short circuit atau ground fault. Gland rusak memungkinkan moisture ingress yang menurunkan insulation resistance. Pemeriksaan harus mencakup kondisi fisik gland, seal, torque terminal, continuity grounding, dan kejelasan label. Data inspeksi perlu didokumentasikan untuk trending hotspot dan evaluasi aging panel. Kegagalan kecil di titik termination dapat berkembang menjadi arc internal dan shutdown plant. Preventive yang sistematis menjadi barrier awal sebelum proteksi breaker bekerja.
  • Published on
    Sistem earthing dan bonding adalah bagian aktif dari proteksi keselamatan pada distribusi tenaga. Saat insulation failure terjadi, arus fault harus mengalir melalui equipment grounding conductor ke grounding grid dan kembali ke sumber agar relay dapat trip cepat. Resistansi tanah tinggi membatasi arus fault, meningkatkan touch voltage, serta memperbesar risiko fatal shock dan arc flash. Perbedaan antara system grounding (neutral) dan equipment grounding (bonding) harus dipahami teknisi junior. Investigasi harus berbasis data - ukur earth resistance, tegangan body ke tanah, dan continuity bonding. Trending nilai tahanan tanah menjadi early warning untuk mencegah kegagalan proteksi.
  • Published on
    Artikel ini membahas cara membedakan unbalance dan misalignment berdasarkan arah vibrasi pada sistem pompa–motor. Unbalance menghasilkan gaya sentrifugal dominan radial, sedangkan misalignment—terutama angular—menyebabkan gaya axial siklik yang membebani bearing. Studi kasus menunjukkan kenaikan axial vibration pasca overhaul akibat thermal growth yang tidak dikompensasi saat alignment. Investigasi dilakukan sistematis - analisa arah vibrasi, histori alignment, verifikasi soft foot, hingga konfirmasi melalui realignment. Dampak kegagalan tidak hanya pada bearing, tetapi dapat berlanjut ke seal failure dan potensi Loss of Containment. Artikel menekankan pentingnya trending, dokumentasi alignment, dan integrasi mekanik–instrumentasi–proteksi untuk menjaga reliability dan keselamatan.
  • Published on
    Artikel ini menjelaskan terminologi dasar vibrasi—amplitude, frequency, displacement, velocity, dan acceleration—sebagai fondasi sebelum melakukan troubleshooting rotating equipment. Studi kasus menunjukkan kesalahan diagnosis akibat hanya melihat nilai overall 7.2 mm/s tanpa menganalisis frequency 1× RPM yang mengindikasikan unbalance, bukan bearing failure. Artikel menekankan hubungan fisik antara gaya sentrifugal, beban bearing, dan dampak sistem seperti seal failure serta potensi Loss of Containment. Standar ISO 10816 dan API 610 dijadikan acuan severity dan praktik monitoring. Penekanan utama - trending, pembacaan spectrum, dan pemahaman arah vibrasi untuk mencegah keputusan salah yang berdampak pada reliability dan keselamatan.
  • Published on
    Penggantian Liner Compressor C-412 memastikan prosedur teknis tetap utuh namun sepenuhnya selaras dengan template RBM-Compliant. Struktur diperluas mencakup identitas dokumen, konteks criticality aset, risk gate, risk trigger, escalation path, decision boundary, acceptance authority, serta integrasi ke evaluation loop RBM. Mekanisme kegagalan seperti interference salah, thermal stress, misalignment, dan clearance abnormal dikaitkan langsung dengan dampak sistem dan risiko Loss of Containment. Stop-work menjadi kewajiban teknis, bukan pilihan. Acceptance hanya sah oleh otoritas risiko. Dokumen berubah dari SOP mekanikal menjadi risk execution layer yang mengunci integritas, keselamatan, dan kontinuitas operasi.