- Published on
Cooling tower blower pada sistem Cooling Water System (CWS) sering menggunakan transmisi V-belt karena sederhana dan ekonomis. Namun lingkungan operasi yang lembab, paparan plume, serta chemical water treatment dapat menurunkan koefisien gesek antara belt dan pulley sehingga memicu slip, overheating, dan umur belt yang sangat pendek. Artikel ini menyusun pendekatan engineering sistematis untuk memahami mekanisme kegagalan tersebut melalui analisis fenomena fisika, faktor desain mekanikal, serta kondisi operasi. Selanjutnya disajikan kerangka diagnosis akar masalah dan tujuh opsi peningkatan sistem drive. Dokumen ini berfungsi sebagai referensi teknis terpadu bagi engineer dan dasar pertimbangan manajemen dalam menentukan strategi peningkatan reliability sistem transmisi blower cooling tower.