Mx

All Posts

  • Published on
    Artikel ini menyajikan panduan teknis tentang penerapan sistem tiering dalam Risk-Based Maintenance (RBM) khusus untuk insinyur perencana di industri petrokimia. Tier berfungsi sebagai klasifikasi taktis untuk membedakan prioritas evaluasi, frekuensi inspeksi, dan alokasi sumber daya berdasarkan fungsi operasional serta dampak kegagalan. Dibahas mulai dari konsep dasar, faktor penentu, implementasi di lapangan (termasuk studi kasus PT PON), hingga penyusunan template evaluasi. Artikel ini juga menghubungkan tier dengan grading ESC dan strategi PPC-TBM, menjadikannya referensi praktis dan terstruktur bagi tim perencana dalam menyusun program pemeliharaan berbasis risiko yang efisien dan adaptif.
  • Published on
    Artikel ini ini disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada teknisi dan insinyur mengenai konsep, prosedur, dan praktik terbaik dalam kalibrasi peralatan seperti pressure gauge, transmitter, dan gas analyser. Mengacu pada standar internasional seperti ISO/IEC 17025, ISO 10012, dan API 551, panduan ini menjelaskan alur kalibrasi, pentingnya dokumentasi as found dan as left, peran uncertainty dan traceability, serta kesalahan umum yang harus dihindari. Dilengkapi dengan contoh dokumen kalibrasi, glossary istilah teknis, dan klasifikasi akurasi, panduan ini bertujuan membangun budaya kalibrasi yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan—sebagai bagian integral dari sistem keandalan operasional dan mutu industri proses.
  • Published on
    Artikel ini membahas penerapan Risk-Based Maintenance (RBM) pada industri petrokimia dengan studi kasus di PT. Petro Oxo Nusantara (PT PON), yang beroperasi secara kontinu dan berisiko tinggi. RBM digunakan untuk memprioritaskan pemeliharaan berdasarkan konsekuensi kegagalan (CoF) terhadap aspek Environmental, Safety, dan Continuous Running (ESC), tanpa menggunakan probabilitas kegagalan (PoF) karena setiap gangguan berdampak besar secara finansial dan operasional. Pendekatan ini mengintegrasikan TBM dengan condition monitoring sehingga menjadi sistem preventive-adaptive, didukung struktur aset yang sistematis, evaluasi berkala, dan perencanaan 5M. Strategi ini terbukti meningkatkan keandalan, keselamatan, serta efisiensi biaya.
  • Published on
    Dalam industri petrokimia yang dinamis, kecepatan dan kedalaman pemahaman teknis sangat memengaruhi kinerja di lapangan. Sayangnya, banyak profesional masih mengandalkan metode belajar pasif seperti membaca manual atau mendengar penjelasan. Berdasarkan konsep *Learning Pyramid*, mengajar adalah metode paling efektif dengan tingkat retensi hingga 90%. Mengajar bukan hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat pemahaman kita sendiri. Baik operator baru, teknisi berpengalaman, maupun engineer senior akan mendapatkan manfaat besar saat mulai membagikan ilmunya—melalui diskusi, mentoring, atau sekadar menjelaskan kembali prosedur kerja. Artikel ini mengajak kita membangun budaya belajar aktif melalui peran sebagai pengajar.
  • Published on
    Artikel ini membahas housekeeping sebagai elemen strategis dalam sistem keandalan (reliability) pabrik petrokimia, bukan sekadar aktivitas kebersihan rutin. Housekeeping diposisikan sebagai indikator disiplin operasional, efektivitas inspeksi, dan budaya kerja berbasis pencegahan kegagalan. Dengan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) berbasis 6M, artikel mengidentifikasi faktor dominan penyebab rendahnya housekeeping—terutama aspek Man dan Method—serta dampaknya terhadap MTBF, downtime, dan keselamatan kerja. Praktik terbaik seperti 5S, TPM–Autonomous Maintenance, Daily Management System, dan visual control diuraikan secara aplikatif, dilengkapi studi kasus unit kompresor, KPI, template RCA, dan rekomendasi integrasi housekeeping ke dalam RCM dan preventive maintenance untuk peningkatan keandalan berkelanjutan.