- Published on
Artikel ini membahas penerapan Risk-Based Maintenance (RBM) pada industri petrokimia dengan studi kasus di PT. Petro Oxo Nusantara (PT PON), yang beroperasi secara kontinu dan berisiko tinggi. RBM digunakan untuk memprioritaskan pemeliharaan berdasarkan konsekuensi kegagalan (CoF) terhadap aspek Environmental, Safety, dan Continuous Running (ESC), tanpa menggunakan probabilitas kegagalan (PoF) karena setiap gangguan berdampak besar secara finansial dan operasional. Pendekatan ini mengintegrasikan TBM dengan condition monitoring sehingga menjadi sistem preventive-adaptive, didukung struktur aset yang sistematis, evaluasi berkala, dan perencanaan 5M. Strategi ini terbukti meningkatkan keandalan, keselamatan, serta efisiensi biaya.