Mx

All Posts

  • Published on
    Cooling tower blower pada sistem Cooling Water System (CWS) sering menggunakan transmisi V-belt karena sederhana dan ekonomis. Namun lingkungan operasi yang lembab, paparan plume, serta chemical water treatment dapat menurunkan koefisien gesek antara belt dan pulley sehingga memicu slip, overheating, dan umur belt yang sangat pendek. Artikel ini menyusun pendekatan engineering sistematis untuk memahami mekanisme kegagalan tersebut melalui analisis fenomena fisika, faktor desain mekanikal, serta kondisi operasi. Selanjutnya disajikan kerangka diagnosis akar masalah dan tujuh opsi peningkatan sistem drive. Dokumen ini berfungsi sebagai referensi teknis terpadu bagi engineer dan dasar pertimbangan manajemen dalam menentukan strategi peningkatan reliability sistem transmisi blower cooling tower.
  • Published on
    Artikel ini memberikan panduan praktis mengenai bearing pada rotating equipment yang ditujukan untuk teknisi, engineer, dan supervisor di industri proses. Pembahasan mencakup dua jenis utama bearing yang digunakan di industri—rolling element bearing dan journal/sleeve bearing—serta parameter engineering yang menentukan umur operasinya seperti load, speed, clearance, dan lubrication. Artikel juga memperkenalkan konsep Open Bowl (Bath Tub Curve) untuk memahami lifecycle kegagalan equipment. Fokus utama diberikan pada prinsip reliability bearing - lubrication, cleanliness, alignment, dan correct installation, yang merupakan penyebab dominan kegagalan di lapangan. Dilengkapi dengan panduan monitoring, failure mode, serta rule of thumb praktis untuk meningkatkan MTBF dan reliability rotating equipment.
  • Published on
    Storage tank untuk Liquid CO₂ dan Liquid Nitrogen merupakan bagian penting dalam fasilitas industri proses yang memerlukan pasokan gas industri secara stabil dan aman. Sistem penyimpanan ini dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik fluida, kondisi operasi temperatur rendah, tekanan kerja, serta kebutuhan keselamatan proses. Desain tangki mencakup pemilihan material, konfigurasi konstruksi, sistem insulasi, dan perangkat keselamatan untuk menjaga integritas mekanik serta meminimalkan kehilangan energi. Dalam operasionalnya, pengendalian tekanan, temperatur, dan level fluida menjadi parameter utama yang harus dipantau secara kontinu. Program pemeliharaan yang terstruktur diperlukan untuk memastikan keandalan peralatan, menjaga performa insulasi, serta mencegah potensi kegagalan yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kontinuitas operasi plant.
  • Published on
    Net Positive Suction Head (NPSH) merupakan parameter utama yang menentukan kondisi tekanan fluida pada sisi suction pompa sentrifugal. Jika tekanan lokal fluida turun hingga mendekati vapor pressure, cairan dapat mengalami vaporization dan menyebabkan cavitation. NPSH Available (NPSHa) menggambarkan energi fluida yang tersedia pada suction sistem, sedangkan NPSH Required (NPSHr) adalah kebutuhan minimum pompa untuk mencegah cavitation. Cavitation terjadi ketika gelembung uap terbentuk pada impeller inlet dan runtuh pada area bertekanan lebih tinggi sehingga menimbulkan kerusakan material, getaran, serta penurunan performa pompa. Operasi pompa harus memastikan bahwa NPSHa lebih besar dari NPSHr dengan margin keamanan yang cukup.
  • Published on
    Artikel ini membahas strategi maintenance winding motor industri 6 kV dan 380 V dengan pendekatan berbasis kondisi dan risiko. Pembahasan dimulai dari arsitektur sistem isolasi, batas termal berdasarkan insulation class sesuai IEC 60034, hingga mekanisme kegagalan yang mempengaruhi keputusan intervensi. Parameter kunci seperti partial discharge, tan delta, insulation resistance, dan thermal history dianalisis secara action-oriented. Disusun pula decision tree teknis (monitor–cleaning–re-varnish–re-wind–replace) serta matrix severity scoring berbasis RBM untuk motor kritikal plant petrokimia. Dokumen ini dirancang sebagai one-stop reference bagi engineer dalam menentukan intervensi winding yang tepat, ekonomis, dan defensible secara teknis.